200 UMKM Meriahkan Kalbar Food Festival 2025, Dorong Digitalisasi dan Ekonomi Kreatif

Sebanyak 200 pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) turut serta dalam Kalbar Food Festival 2025 yang berlangsung di Pontianak. Acara ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Saprahan Khatulistiwa 2025, yang diinisiasi oleh Bank Indonesia (BI) Kalimantan Barat bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat.

Dukungan bagi UMKM sebagai Penggerak Ekonomi

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kalbar, Nur Asyura Anggini Sari, menyampaikan bahwa festival ini tidak hanya menjadi wadah promosi produk UMKM, tetapi juga bentuk penghargaan atas peran mereka dalam perekonomian daerah. “UMKM kita berkontribusi lebih dari 60 persen terhadap pertumbuhan ekonomi Kalimantan Barat, sehingga perlu terus kita dorong dan fasilitasi,” ujarnya saat membuka acara pada Sabtu (8/2).

Mengusung tema Membangun Masa Depan, Menjaga Tradisi, dan Menyongsong Digitalisasi, festival ini menghadirkan berbagai produk unggulan, mulai dari wastra khas Kalimantan, kerajinan tangan, hingga aneka kuliner lokal. Selain sebagai ajang pameran dan transaksi, festival ini juga menjadi sarana edukasi bagi pelaku UMKM untuk semakin adaptif terhadap tren pasar yang berkembang.

QRIS dan Digitalisasi Transaksi di Festival

Salah satu hal yang menjadi sorotan dalam Kalbar Food Festival 2025 adalah dorongan terhadap sistem pembayaran digital melalui QRIS. Selama festival berlangsung, pengunjung didorong untuk melakukan transaksi secara digital guna meningkatkan efisiensi serta mendukung inklusi keuangan bagi para pelaku usaha.

“Pemanfaatan QRIS dalam transaksi festival ini tidak hanya memudahkan pembayaran, tetapi juga mengakselerasi penggunaan sistem keuangan digital di kalangan UMKM,” tambah Nur Asyura.

Sinergi Pemerintah dan Perbankan untuk Kemajuan UMKM

Dalam kesempatan yang sama, Penjabat Gubernur Kalimantan Barat, Harisson, mengapresiasi kolaborasi erat antara pemerintah daerah, Bank Indonesia, dan pelaku UMKM dalam memajukan sektor ekonomi kreatif.

“Festival ini bukan sekadar ajang promosi, tetapi juga bagian dari rangkaian perayaan Cap Go Meh yang menjadi daya tarik wisata. Dengan adanya event ini, kita berharap ekonomi lokal semakin berkembang dan menarik perhatian wisatawan domestik maupun mancanegara,” ujar Harisson.

Sebagai bentuk dukungan lebih lanjut, perbankan di Kalbar juga turut serta dalam festival ini dengan menyediakan akses pembiayaan bagi UMKM. “Kami mengajak perbankan untuk terus berkomitmen meningkatkan kapasitas dan kapabilitas UMKM, sehingga mereka dapat naik kelas dan semakin kompetitif di pasar,” tambah Nur Asyura.

Menarik Minat Wisatawan dan Mendorong Pertumbuhan Ekonomi

Kalbar Food Festival 2025 digelar mulai 8 hingga 16 Februari, bertepatan dengan momen perayaan Imlek dan Cap Go Meh. Dengan digelarnya festival ini, diharapkan tidak hanya memberikan dampak positif bagi pelaku usaha lokal, tetapi juga mampu meningkatkan sektor pariwisata dan menarik lebih banyak kunjungan wisatawan ke Pontianak dan Singkawang.

Festival ini menjadi bukti bahwa sinergi antara UMKM, pemerintah, dan sektor perbankan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif serta memperkuat ekosistem bisnis yang berkelanjutan di Kalimantan Barat.

(Dilansir dari antaranews.com)