
Menjalankan bisnis kerajinan tangan tidak hanya soal kreativitas, tetapi juga strategi dalam menghadapi pembeli. Apalagi jika ada pembeli yang gemar menawar harga.
Penawaran harga yang terlalu rendah bisa membuat keuntungan menipis, bahkan merugikan penjual. Lalu, bagaimana cara menghadapi pembeli yang menawar tapi tetap untung?
1. Tetapkan Batas Harga Minimal
Sebelum berjualan, tentukan harga minimal yang masih memberikan keuntungan. Perhitungkan biaya bahan baku, waktu, dan margin keuntungan yang layak. Dengan begitu, penjual bisa tahu sejauh mana harga bisa diturunkan tanpa rugi.
2. Tawarkan Paket atau Bonus
Alih-alih menurunkan harga, coba tawarkan alternatif lain seperti bundling atau bonus. Misalnya, pembeli yang ingin mendapat discount bisa diarahkan untuk milih paketan yang terdiri dari beberapa produk dengan satu harga. Kemudian berikan harga yang lebih miring, namun tetap mengutamakan untung.
3. Gunakan Teknik Batas Waktu
Cara efektif menghadapi penawar bisa dengan membatasi promo dalam waktu tertentu. Misalnya, dengan menyebutkan, “Discount ini hanya berlaku hari ini,” atau “Hanya ada 5 stok dengan harga ini.” Strategi ini bisa mendorong pembeli untuk segera mengambil keputusan tanpa terus menekan harga.
4. Bangun Branding dan Nilai Produk
Salah satu alasan pembeli menawar adalah mereka belum memahami nilai produk handmade. Coba edukasikan produk kepada pembeli. Jelaskan proses pembuatan, kualitas bahan, serta keunikan produk. Dengan demikian, pembeli lebih menghargai produk dan tidak sekadar mencari harga murah.
5. Berani Menolak dengan Sopan
Jika ada pembeli yang menawar terlalu rendah, jangan ragu untuk menolak dengan tetap ramah. Bisa dengan kalimat seperti, “Maaf, harga ini sudah harga terbaik sesuai kualitas produk kami.”
Menawar adalah hal umum dalam bisnis, tetapi penting bagi penjual untuk tetap mempertahankan keuntungan. Dengan strategi yang tepat, pembeli tetap bisa puas tanpa harus menekan harga terlalu rendah.
Editor: Syahrul Himawan




