Berawal Iseng Mengisi Waktu Luang, Bisnis Roti Pak Sastra Laku di Pasaran

Sebuah usaha roti rumahan bernama Roti Kariput mulai beroperasi sejak pertengahan April 2024. Usaha ini dirintis oleh Bapak Sastra berawal dari keinginannya mengisi waktu luang, dan akhirnya memutuskan serius hingga memulai memasarkan makanan tersebut.

Roti Kariput, meski bernama demikian, namun usaha roti Bapak Sastra ini lebih dikenal oleh masyarakat luas dengan sebutan Roti Rp 2 ribu.

Usaha mikro kecil menengah (UMKM) yang berlokasi di Jl. Warung Bandrek No. 48 Bogor ini, telah menjadi favorit warga. Meski harga per bijinya hanya Rp 2 ribu, kualitas dan rasa roti ini tidak kalah dengan roti-roti mahal lainnya.

Sebelum terjun menggeluti usaha ini, Bapak Sastra sempat membuka sebuah perusahaan. Namun sayang usaha tersebut harus terhenti akibat pandemi COVID-19 yang melanda dunia.

“Saya sempat membuka perusahaan, tetapi mandek karena COVID. Daripada menganggur di rumah, akhirnya mencoba peruntungan di dunia bisnis kuliner dengan membuat Roti Kariput ini,” Ujar Bapak Sastra pada Temumkm.com, (12/02/2025).

Dengan semangat dan berbekal ilmu baking yang diwariskan secara turun-temurun, Ia pun mantap untuk menekuni usaha Roti Kariput. Bapak Sastra mengawalinya dengan sederhana dengan membuka pesanan dari rumah.

Selain melibatkan keluarga, Bapak Sastra juga mempekerjakan karyawan untuk membantu operasional bisnisnya. Saat ini, Ia memiliki 5 orang karyawan. Meski terbilang baru, Roti Kariput cukup dikenal dan peminatnya pun berasal dari berbagai latar belakang.

Salah satu kunci sukses Roti Kariput Bapak Sastra ini dari variasi rasa yang ditawarkan. Terdapat 9 varian rasa yang tersedia, diantaranya coklat, keju, pisang coklat, pisang keju, coklat keju, nanas, kelapa, bakso, dan sosis dengan harga Rp 2 ribu per pcs.

“Best seller ada di pisang coklat dan bakso. Karena jarang ada roti yang isinya bakso, makanya unik, kalaupun ada pasti harganya tidak 2 ribu.” Ungkap Bapak Sastra.

Tidak puas dengan 9 varian rasa yang sudah ada, Bapak Sastra terus berinovasi untuk menghadirkan varian rasa baru yang menarik dan menggugah selera. Di sisi lain, produknya ini dibanderol dengan harga yang bervariasi agar bisa menyesuaikan dengan budget konsumen.

“Untuk varian harga Rp 3 ribu, kami menawarkan varian rasa premium seperti pizza, egg tart, kopi, abon, dan dendeng. Bedanya adonan lebih besar dan dipakaikan cup.” Lanjutnya.

Makanan ini memiliki kualitas jempolan yang mampu menjadi daya tarik tersendiri. Berkualitasnya makanan ini berasal dari bahan yang digunakan, sehingga menghasilkan rasa yang lezat dan lembut.

Di balik kesuksesan usaha Roti Kariput Bapak Sastra, terdapat tantangan yang harus dihadapi. Ia terkendala oleh Harga Pokok Penjualan (HPP) yang berbanding tipis dengan harga penjualan. Dampaknya ialah margin keuntungan yang didapatkan tidak terlalu besar.

Ia pun harus berpikir keras agar bisa keluar dari permasalahan tersebut. Setelah melalui beberapa pertimbangan, Bapak Sastra memutuskan menerapkan strategi kuantitas untuk memaksimalkan keuntungan.

“Untuk produksi kita bisa 1.000 sampai 1.500 pcs per hari. Untuk yang dijual di rumah dan pesanan. Biasanya menerima pemesanan dari rumah duka, atau untuk acara dan juga snack box,” Ujar Bapak Sastra.

Sistem penjualan dilakukan secara daring dan konvensional, baik itu promosi dari mulut ke mulut, media sosial, bahkan kerjasama dengan pihak-pihak yang membutuhkan Roti Kariput dalam jumlah besar.

Adapun media sosial yang digunakan untuk memasarkan makanan ini seperti Instagram dan TikTok. Hasilnya Ia dapat menjangkau pelanggan yang lebih luas.

Namun Bapak Sastra mengaku tidak memasarkan produknya melalui beberapa e-commerce seperti gofood atau shoppe food lantaran khawatir tidak bisa memenuhi permintaan pelanggan.

“Untuk pemasaran melalui online food agak sedikit terkendala bagi saya karena stok di toko kami kan tidak banyak. Jadi takutnya ada pesanan yang berbarengan dengan online dan offline sehingga pesanan tidak terpenuhi tepat waktu.” Jelasnya.

Untuk saat ini, Bapak Sastra lebih memilih fokus pada penerimaan pesanan melalui aplikasi Whatsapp atau datang langsung ke toko. Ia pun tak sembarangan, usahanya ini sudah memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB) dan mengantongi sertifikat halal.

Dengan adanya NIB dan sertifikat halal, kepercayaan konsumen semakin meningkat. Konsumen merasa aman dan nyaman untuk mengonsumsi Roti Kariput karena sudah terjamin legalitas dan kehalalannya.

REPORTER: Restu Wahyu