Berawal Posting Hasil Masakan ke Medsos Pribadi, Nalana Treats Kini Beromzet Rp 10 Juta Per Bulan

Syahrizada Nurlana, atau Zada, adalah sosok yang inspiratif. Di balik kesibukannya sebagai seorang pekerja kantoran, ia berhasil membangun usaha cheesecake yang diberi nama Nalana Treats. Zada adalah contoh nyata dari seorang ‘wirausahawan paruh waktu’ yang mampu memanfaatkan waktu luangnya untuk mengembangkan potensi diri dan meraih penghasilan tambahan.

Dengan tekad dan semangat yang tinggi, ia membuktikan bahwa keterbatasan waktu bukanlah penghalang untuk mencapai impian. Berawal dari kecintaannya pada dunia kuliner, Zada berhasil membangun usaha cheesecake yang kini digemari banyak orang. Produksi Nala Treats berlokasi di Jalan Trembesi, Jakarta Utara.

Pada tanggal 28 Oktober 2024, ia membuka pre-order pertamanya, menandai awal perjalanan bisnisnya yang penuh warna. Zada mengaku bahwa ide bisnis ini muncul secara spontan. “Awal mulanya sih karena aku emang hobi masak,” ungkapnya pada Temumkm.com, (22/02/2025).

“Lalu aku melihat peluang, dessert burnt cheesecake itu lagi viral. Aku coba bikin, dan iseng mengunggah story Instagram dengan caption ‘kalau aku mendadak open PO, tolong dibeli ya ges’. Abis itu banyak followers yang minta aku open PO beneran.” Lanjutnya. Tanpa disangka, respons yang ia terima sangat luar biasa.

Bisnis Nalana Treats mulai mengalami perubahan positif. Dari awal sederhana dengan hanya menawarkan dua varian cheesecake, kini ia telah berhasil menciptakan berbagai macam varian rasa yang menggugah selera. Ragam pilihan yang ditawarkan pun semakin memanjakan para pecinta cheesecake, mulai dari Lotus, Blueberry Crumbs yang segar, Cookies and Cream, Brownies, hingga Matcha yang unik.

Keberhasilan Zada dalam menciptakan variasi rasa ini tidak hanya menunjukkan kreativitasnya dalam berinovasi, tetapi juga kemampuannya dalam memahami selera pasar. Dengan terus berkreasi dan menghadirkan rasa-rasa baru, Zada berhasil mendatangkan antusiasme pelanggan sehingga sayap Nalana Treats mengepak lebih meluas.

Meskipun Nalana Treats terbilang baru dalam dunia kuliner, Zada telah berhasil menarik perhatian banyak pecinta cheesecake. Nalana Treats berhasil meraih omzet rata-rata 10 jutaan rupiah setiap bulannya. Pencapaian ini menjadi bukti nyata bahwa usaha yang dirintis dengan tekun dan penuh semangat dapat membuahkan hasil yang memuaskan.

Hasil tersebut tak terlepas dari keunikan Nalana Treats adalah sistem pre-order (PO) mingguan untuk ukuran slice. “Yang bikin beda karena seminggu sekali aku open PO buat ukuran slice, jadi buat yang mau coba bisa beli yang slice dulu.” Jelas Zada. 

Dengan cara ini, pelanggan yang ingin mencicipi cheesecake tanpa harus membeli ukuran besar bisa terakomodir. Hal ini juga memberikan kesempatan bagi pelanggan untuk mencoba berbagai varian rasa sebelum memutuskan untuk membeli ukuran yang lebih besar.

Zada memahami pentingnya memberikan nilai lebih kepada pelanggan, oleh karena itu, ia menawarkan paket bundling dan trio yang menjadi opsi lain pada pelanggan agar bisa membawa pulang lebih banyak produk namun dengan harga yang lebih murah.

Dengan paket-paket ini, pelanggan dapat mencoba berbagai varian rasa cheesecake tanpa harus khawatir dengan harga. Strategi ini tidak hanya menarik minat pelanggan baru, tetapi juga mempertahankan loyalitas pelanggan lama yang ingin menyimpan cheesecake favorit di rumah.

Dalam menjalankan bisnis Nalana Treats, Zada menerapkan strategi pemasaran yang seimbang antara online dan offline. “Kalau online aku pake ads dari IG. Karena itu lumayan banget buat naikin followers, dari sana juga akhirnya ada yang pesen.” Ungkap Zada.

Pemanfaatan iklan di Instagram terbukti efektif dalam menjangkau audiens yang lebih luas dan meningkatkan jumlah pengikut, yang pada akhirnya berdampak pada peningkatan penjualan.

Sementara itu, strategi offline yang diterapkan Zada berfokus pada pendekatan personal dan pengalaman pelanggan. “Kalau offline-nya aku ngandelin mulut ke mulut, testimoni dari yang sudah pernah mesen, aku juga ikut bazar-bazar untuk meningkatkan brand awareness.” Ucapnya.

Testimoni positif dari pelanggan yang puas menjadi promosi yang ampuh. Karena menurutnya untuk mendatangkan konsumen itu perlu memberikan kepercayaan atas produk yang ditawarkan.

Di sisi lain, Nalana Treats juga kerap hadir dalam bazar-bazar. Acara tersebut dimanfaatkan untuk berinteraksi langsung dengan pelanggan potensial dan memperluas jangkauan merek. Kombinasi strategi online dan offline ini terbukti efektif dalam membangun dan mengembangkan bisnis Nalana Treats.

“Harapan ke depannya, semoga Nalana Treats makin dikenal dan disukai sama banyak orang, bisa terus berkembang dan ngeluarin produk lain selain burnt cheesecake, dan bisa bersaing di pasaran.” Pungkasnya.

REPORTER: Restu Wahyu