
Berawal dari doa di bulan Ramadhan, Sari, pemilik Buket Balon Cibinong, kini sukses mengembangkan bisnisnya hingga meraih omzet antara Rp200.000.000 hingga Rp400.000.000 per bulan. Dengan modal awal hanya Rp400.000, usahanya kini semakin berkembang dengan produk unggulan berupa hampers custom dan buket balon twist berbentuk wajah manusia.
Sari merantau ke Tanjung Pinang sebelum akhirnya menetap di Cibinong. Pada saat itu, ibunya sedang sakit, dan di bulan Ramadhan 2020, ia berdoa agar diberikan tambahan rezeki untuk membantu keluarga. Di waktu yang sama, sepupunya yang telah lebih dulu menjalankan bisnis buket balon menghadapi kendala dalam kreativitas dan mengajukan investasi modal kepada Sari. Berbekal tekad dan semangat, mereka akhirnya mengikuti kursus online dari seorang seniman balon asal Rusia.
“Waktu itu sepupu saya kesulitan dalam kreativitas, lalu mengajukan modal investasi dengan sistem bagi hasil. Dia bilang di Cibinong belum ada usaha buket balon seperti ini, apalagi saat pandemi hampers menjadi tren. Akhirnya saya setuju dan mulai dengan modal Rp400.000,” ujar Sari pada (10/3/25).
“Karena kreativitas menjadi tantangan utama, saya ikut terlibat dan kami berdua mengikuti kursus online dari seniman balon Rusia. Sebelumnya, kami pernah belajar dari dalam negeri, tapi tekniknya kurang terbuka. Saat belajar dari seniman Rusia, metode yang diajarkan lebih jelas dan mudah dipahami,” tambahnya.
Kini, Buket Balon Cibinong menawarkan berbagai kreasi, mulai dari buket bunga dengan fresh flower dan artificial hingga beragam desain balon twist. Produk andalannya adalah hampers custom serta balon berbentuk wajah manusia yang sering dipesan untuk acara wisuda dan peluncuran produk artis.
Harga produknya bervariasi, mulai dari Rp75.000 hingga Rp2.000.000, sementara kreasi balon wajah dibanderol Rp300.000 hingga Rp500.000.
Keunikan bisnis ini tidak hanya terletak pada kreativitasnya, tetapi juga pada nilai yang diusung. Sari secara tegas menolak pesanan buket rokok dan sejenisnya, karena bisnisnya didedikasikan untuk anak-anak dan keluarga.
“Kami lebih mengedepankan nilai dalam bisnis ini. Salah satunya dengan tidak menerima pesanan buket rokok. Kami ingin usaha ini tetap menjaga prinsip, dan itu juga menjadi media promosi yang secara tidak langsung menyaring pelanggan,” jelasnya.
Buket Balon Cibinong mengandalkan pemasaran online melalui Instagram dan memastikan kualitas layanan dengan menggunakan kurir sendiri untuk pengiriman. Saat Idul Fitri, permintaan meningkat pesat, menjadikan bulan tersebut sebagai puncak penjualan.
Ke depan, Sari berencana mengembangkan bisnisnya menjadi badan usaha berbentuk CV agar lebih profesional dan terorganisir. Ia juga ingin terus meningkatkan keterampilan pegawainya agar inovasi produk semakin berkembang.



