
PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) berhasil melewati tantangan likuiditas dan situasi global saat ini berkat menggandeng Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Hal itu dilakukan oleh BRI secara konsisten sehingga bisa memperkokoh ekonomi rakyat serta keuangan yang stabil.
UMKM jadi Kunci Pertumbuhan Laba BRI
Direktur Utama BRI, Sunarso, mengatakan UMKM menjadi segmen utama dalam penguatan ekonomi. Pernyataan itu dibuktikan dengan laba yang dihasilkan oleh BRI sebesar Rp60,64 triliun.
“Keberhasilan ini membuktikan resiliensi kinerja dan keterampilan BRI dalam membentuk value secara terus-menerus bagi pemegang saham, pemangku kepentingan, atau masyarakat luas di era keberpihakan BRI kepada UMKM,” tutur Sunarso dikutip Temumkm.com dari CNN Indonesia (13/2/2025).
UMKM konsisten dilayani dengan penyaluran kredit yang selektif oleh BRI. Akibatnya, total aset BRI di akhir 2024 mencapai Rp1.992,98 triliun atau tumbuh 1,42% secara year on year (YoY). Di samping itu, rasio kualitas kredit bermasalah (Non-Performing Loan) pun menurun dari 2,95% menjadi 2,78% di Desember 2024.
Program Unggulan BRI dalam Memajukan UMKM Indonesia
Selain berjasa sebagai agen pengembangan BRI, UMKM pun melancarkan ekonomi nasional. Upaya dari UMKM tersebut bisa terlihat dari peningkatan lapangan kerja, kewirausahaan, dan kemiskinan. Maka, BRI terus berkolaborasi dengan mengadakan program berupa pembiayaan, digitalisasi, dan pengembangan.
Program Pembiayaan BRI untuk UMKM
Pertama, Holding Ultra Mikro (UMi), yakni bentuk pegadaian dan pemodalan untuk mempermudah akses pelaku usaha, khususnya usaha UMi. Sejak 2021, Sentra Layanan Ultra Mikro (Senyum) memiliki 1.032 outlet di berbagai Indonesia.
Kedua, Kredit Usaha Rakyat (KUR), yakni akses pembiayaan kepada UMKM dari pemerintah. KUR yang sepenuhnya bersumber dari dana bank, bisa memiliki bunga untuk nasabahnya. KUR menjadi penyalur dana terbesar di antara perbankan nasional lainnya sehingga terbukti membantu pertumbuhan ekonomi.
Ketiga, Agen BRILink menjadi jembatan pelayanan BRI terkait transaksi perbankan masyarakat secara real time. Agen BRIlink memiliki agen di 67 ribu desa atau 80% desa di Indonesia.
Program Pengembangan dari BRI untuk UMKM
Pertama, Desa BRILian yang menjadi wadah pengembanagan ekonomi desa. Program ini dapat membantu desa membuka wisata, kerajinan, pertanian, dan sebagainya. Desa BRILian sudah diterapkan pada 4.327 desa di Indonesia
Kedua, Klaster Hidupku menjadi program yang mengelompokkan pelaku usaha berdasarkan kesamaan usahanya. Program ini sudah membina 38.574 kelompok usaha nasional.
Ketiga, Rumah BUMN, yang membentuk digital economy ecosystem dari pemberdayaan UMKM. Saat ini, BRI telah menjalani program ini sebanyak 54 denga 433 ribu pelaku UMKM.
Program Digitalisasi BRI untuk UMKM
Pertama, Pasar Rakyat Indonesia (Pari) menjadi alat integrasi pelaku UMKM untuk menjangkau pasokan komoditas. Pari sudah digunakan sebanyak 85 ribu pengguna platform.
Kedua, LinkUMKM, yakni platform untuk memantau atau mencari UMKM nasional yang sudah naik taraf dari mengikuti program pemberdayaan terpadu. Kini, platform LinkUMKM sudah digunakan 8,9 juta pengguna.
Dari berbagai program untuk UMKM tersebut, Sunarso akan memfokuskan BRI dalam menjaga stabilitas kinerjanya di era tatantangan pasar. “Serta berinisiatif mengembangkan UMKM menjadi pilar utama pertumbuhan ekonomi Indonesia,” ucap Sunarso.
REPORTER: Febri




