
PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) bersama dengan BSI Maslahat terus berkomitmen memberikan dampak positif bagi masyarakat, khususnya para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Salah satu inisiatif yang dilakukan adalah penyaluran zakat untuk program pemberdayaan berkelanjutan bagi ekosistem UMKM, seperti pedagang bakso.
Melalui program ini, BSI dan BSI Maslahat memberikan bantuan permodalan, pendampingan sertifikasi halal, serta pelatihan pengelolaan keuangan yang baik. Tujuannya adalah agar UMKM binaan yang saat ini berstatus sebagai penerima zakat (mustahik) dapat berkembang dan nantinya menjadi pemberi zakat (muzaki) di masa depan.
Salah satu contoh nyata dari program ini adalah Koperasi Ikhtiar Swadaya Mandiri (ISM) Ngudi Makmur di Jakarta Selatan. Koperasi ini menaungi 100 pelaku UMKM pedagang bakso yang telah mendapatkan sertifikasi halal. Dengan dukungan dari BSI dan BSI Maslahat, koperasi ini tidak hanya menjadi rumah bagi para pedagang bakso, tetapi juga membuka kemitraan di tiga lokasi lain, yaitu Roxy di Jakarta Pusat, Halim di Jakarta Timur, dan Bekasi, Jawa Barat.
Joko Iskandar, salah satu pengurus Koperasi ISM Ngudi Makmur, menyatakan bahwa bantuan yang diberikan tidak hanya berupa dana dan pelatihan, tetapi juga mencakup penyediaan peternak sapi dan ayam, kerja sama dengan Rumah Potong Hewan (RPH), hingga sertifikasi halal. Pendekatan ini memastikan sinergi dan pemberdayaan berkelanjutan melalui ekosistem yang kuat.
“Bantuan dari BSI dan BSI Maslahat ini adalah program dari hulu ke hilir. Hulunya adalah peternak yang berada di Lampung, dan kita di koperasi ini adalah hilirnya. Peternak yang ada di Lampung itu juga binaan dari BSI Maslahat sehingga terjamin kesehatannya. Nanti peternak akan kirim sapi hidup, yang akan ditampung di RPH, kita pun kerja sama dengan RPH yang sudah ada sertifikat halalnya,” ujar Joko.
Melalui pemberdayaan ekosistem tersebut, daging yang sudah dipotong tidak dijual di pasar, tetapi langsung ditampung oleh pelaku UMKM yang merupakan anggota koperasi pedagang bakso. Hal ini memperpendek jalur distribusi dan memangkas ongkos produksi, sehingga harga jual menjadi lebih ekonomis bagi konsumen dengan kualitas yang tetap terjaga.
“Jadi ada satu mata rantai yang diputus. Kami ada di tangan kedua sekarang, bukan tangan ketiga lagi,” lanjut Joko.
Berkat bantuan dari BSI dan BSI Maslahat, 100 UMKM pedagang bakso di bawah naungan Koperasi ISM Ngudi Makmur mampu meningkatkan penghasilan harian mereka. Sebelumnya, pendapatan kotor mereka berkisar antara Rp500.000 hingga Rp600.000 per hari. Dengan pemberdayaan yang dilakukan, kini pendapatan mereka mencapai Rp700.000 bahkan hingga Rp800.000 per hari.
Joko berharap semakin banyak masyarakat yang ingin ikut serta menjadi pengusaha. Koperasi biasanya melakukan survei untuk memberikan manfaat, khususnya kepada para mustahik. Salah satu syaratnya adalah mereka harus merupakan pelaku usaha bakso atau minimal memiliki pengalaman berjualan, serta tergolong mustahik yang dibuktikan dengan surat keterangan tidak mampu. Koperasi kemudian menyiapkan semua kebutuhan mulai dari bahan baku, daging, ayam, hingga pengolahan, termasuk rumah produksi bakso dan penggilingan daging.
Melalui bantuan dari BSI dan BSI Maslahat, koperasi dapat memberikan nilai dan manfaat lebih. Selain itu, dengan adanya sinergi melalui ekosistem seperti ini, kehalalan dari bakso yang dijual lebih terjamin.
Joko berharap bantuan dari BSI dan BSI Maslahat ini dapat terus berlanjut dan mampu menjangkau koperasi-koperasi lain di seluruh Indonesia. Program ini tidak hanya memberikan manfaat bagi koperasi di hilir, tetapi juga para peternak atau produsen yang ada di hulu. Sinergi seperti ini diperlukan untuk membuat perekonomian terus berputar.
Di sisi lain, para pelaku UMKM binaan Koperasi ISM Ngudi Makmur juga semakin mengenal dan mengetahui BSI serta produk dan layanannya. “Dengan adanya program ini, mereka jadi lebih tahu dan kenal dengan BSI. Kita juga kenalkan dengan produk BSI dan menggunakan QRIS BSI, jadi dengan begitu mereka juga menjadi nasabah BSI,” tutup Joko.
Sementara itu, terkait dengan kinerja zakat, BSI telah menyalurkan sebesar Rp152,30 miliar hingga November 2024. Jumlah tersebut tersalurkan untuk sektor ekonomi, pendidikan, kemanusiaan, kesehatan, hingga dakwah advokasi.
Melalui berbagai inisiatif ini, BSI dan BSI Maslahat menunjukkan komitmennya dalam mendukung UMKM untuk tumbuh dan berkembang secara berkelanjutan, sehingga dapat memberikan kontribusi positif bagi perekonomian Indonesia.
(Dilansir dari pasardana.id)




