
Tak jauh dari pertigaan Jalan Cimanggu Perikanan, Bogor, ada sebuah gerobak hijau sederhana dengan logo RAPI yang selalu ramai pembeli. Gerobak itu milik Sutrisno, seorang perantau dari Sumatra yang kini dikenal sebagai penjual pempek dan tekwan lezat dengan harga terjangkau. Namun, di balik kesuksesannya, ada kisah perjuangan panjang yang penuh inspirasi.
Sutrisno bukanlah pedagang biasa. Sebelum menetap di Bogor, ia menghabiskan masa mudanya sebagai pegawai di industri migas sejak tahun 1980 hingga 2000. Kariernya cukup mapan, namun setelah masa kerjanya berakhir, ia memilih untuk merantau ke Jawa dan mencoba peruntungan baru.
Tahun 2001 menjadi titik balik hidupnya. Dengan semangat pantang menyerah, ia memutuskan berjualan pempek dan tekwan di pinggir jalan. Uniknya, Sutrisno awalnya tidak memiliki keterampilan membuat pempek, meski berasal dari Sumatra. “Karena gak semua orang Palembang itu bisa buat pempek,” ujarnya sambil tertawa. Ia pun belajar dari nol bersama sang istri, mencoba berbagai resep hingga menemukan cita rasa yang pas.
Di awal merintis usaha, ia bahkan harus membagi waktu sebagai tukang ojek di pagi hari, lalu berjualan pempek dan tekwan dari siang hingga sore. Semua ia jalani demi menghidupi keluarganya.
Kualitas Terjaga, Harga Bersahabat
Kini, dagangan Sutrisno dikenal dengan nama Pempek dan Tekwan Rapi. Nama ini bukan berasal dari merek khusus, melainkan dari logo RAPI (Radio Antar Penduduk Indonesia) yang terpampang di gerobaknya. Rupanya, ia pernah aktif dalam komunitas tersebut.
Keunikan pempek dan tekwan Sutrisno terletak pada kualitasnya yang tetap terjaga. Ia hanya menggunakan ikan asli sebagai bahan baku, yang membuat rasa pempek dan tekwannya begitu gurih dan autentik. Harga yang ditawarkan pun masih sangat terjangkau di era sekarang.
Pempek tersedia dalam tiga jenis lenjer, adaan, dan telur dengan harga Rp 2.000 per biji. Sementara itu, satu porsi tekwan dibanderol Rp15.000. Tak heran, pelanggan setianya terus berdatangan, bahkan dagangannya sering habis sebelum matahari tenggelam.
Strategi Sederhana, Rezeki Berlimpah
Berbeda dengan kebanyakan pedagang yang gencar memanfaatkan media sosial atau strategi pemasaran modern, Sutrisno memilih cara yang lebih sederhana—tetap berjualan di lokasi yang sama selama lebih dari dua dekade.
Meski tanpa promosi besar-besaran, Pempek dan Tekwan Rapi tetap laris manis berkat pelanggan setia dan kekuatan dari mulut ke mulut. Banyak yang datang kembali setelah mencicipi kelezatan pempeknya.
“Kalau kita jualan jujur, ikhlas, dan menjaga kualitas, pelanggan pasti bakal balik lagi,” ujar Sutrisno.
Rahasia Kesuksesan: Niat yang Kuat dan Konsistensi
Perjalanan Sutrisno dalam berbisnis tidak selalu mulus. Tantangan terbesar adalah saat awal merintis usaha, di mana ia harus beradaptasi dan belajar dari nol. Namun, ia selalu memegang prinsip bahwa segala sesuatu harus dimulai dengan niat yang kuat.
“Saya dan istri selalu berusaha untuk memberikan kualitas yang baik dan aman untuk pelanggan,” katanya. Baginya, menjaga kepercayaan pelanggan lebih penting daripada sekadar keuntungan sesaat.
Kini, gerobak Pempek dan Tekwan Rapi bukan hanya menjadi saksi perjalanan hidupnya, tetapi juga bukti bahwa kerja keras, ketekunan, dan kejujuran dalam berdagang bisa membawa seseorang menuju kesuksesan.
Jika Anda berada di Bogor dan ingin mencicipi pempek serta tekwan yang lezat dengan harga bersahabat, tak ada salahnya mampir ke Jalan Cimanggu Perikanan. Di sana, Anda akan menemukan lebih dari sekadar makanan enak ada kisah perjuangan yang menginspirasi di setiap gigitannya.
Editor : Ivan Nurdin




