Sayyida Craft: Kriya Batik Estetik yang Menghormati Perempuan

Kriya tempat Kacamata ciptaan Sayyida Craft.

Batik merupakan salah satu peninggalan budaya Indonesia yang hingga saat ini masih masif di produksi. Dibuat berlandasan referensi tren saat ini dan kreativitas, batik yang dilahirkan oleh pekerja seni mampu menawarkan nuansa yang berbeda. Membuat generasi saat ini berlomba-lomba cari batik dari tangan pengrajin kawakan dengan desain terbaru, baik untuk koleksi atau dipakai.

Sayyida Craft bisnis Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) yang bergerak dibidang ekonomi kreatif milik Lilis Rusmiati salah satunya. Perempuan yang berasal dari Kota Depok ini menjadikan batik sebagai bahan utama kerajinan tangannya. Hasilnya pun cukup menyita perhatian, ia mengolah batik menjadi berbagai aksesoris menarik.

Keahlian menciptakan berbagai aksesoris ini Lilis dapatkan setelah belajar dari video tutorial pada YouTube. Ia termotivasi oleh video di media sosial yang memperlihatkan karya kerajinan tangan berpenampilan estetik.

“Awalnya iseng mengisi waktu. Belajar otodidak dari YouTube, sama waktu itu di Facebook ada grup crafter jadi saya coba masuk. Aku ngerasa produknya itu lucu, jadi coba nanya, bikin sendiri, sharing juga, jadi banyak ilmu. Terus iseng posting di Instagram, ternyata ada permintaan atau tawaran gitu,” ujarnya pada Temumkm.com, Rabu (27/02/2025).

Dedikasi serta ketekunan Lilis mempelajari semua teknik membuahkan hasil karya yang sangat bagus dan kekinian. Batik yang menjadi bahan utama ia datangkan dari berbagai toko yang tersedia di marketplace. Adapun koleksi porduknya seperti tas, pouch, dan tempat kacamata, rata-rata dibanderol dengan harga mulai dari Rp45 ribu hingga Rp200 ribu per satuan.

Lilis tak berpuas diri, ia terus mengembangkan keahliannya dan mempelajari hal-hal baru tentang kerajinan tangan tersebut. Alhasil produknya mampu mencuri perhatian pemerintah yang memintanya dimasukan ke  Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda).

Kriya tempat Kacamata ciptaan Sayyida Craft.

Ia mengaku, untuk menghasilkan kriya yang indah dan estetik diperlukan beberapa referensi. Biasanya Lilis mencari referensi pada aplikasi Pinterest dan Instagram.

“Inspirasi idenya dari Pinterest dan Instagram, kadang juga dimodifikasi sendiri. Misalnya aku lihat di internet itu pake kanvas, terus aku mikir kayanya kalau pake bahan ini cocok deh gitu,” ujarnya.

Lilis memilih Sayyida menjadi nama bisnisnya sebagai bentuk penghormatan kepada perempuan. Sayyida sendiri diambil dari kata Sayyidah, jika berdasarkan kepercayaan orang muslim itu merupakan gelar untuk perempuan.

“Sayyida ini panggilan sayang menghormati untuk perempuan. Jadi diharapkan melalui produk yang saya buat itu mereka merasa dapet sesuatu yang lucu dan bagus,” ujar Lilis.

Karya buatan Lilis ini sering kali dipamerkan dalam bazar yang diselenggarakan di sekitaran Kota Depok. Tak jarangan, setiap kali mengikuti acara tersebut ia mampu menjual hingga 20 pcs produk.

Semangat Lilis untuk terus berkarya tak pernah surut. Dengan keunikan dan keaslian produk handmade-nya, Sayyida Craft menjadi bukti bahwa hobi bisa berkembang menjadi bisnis yang menjanjikan.

REPORTER: Venda Oktavioni