
Hadi Supardi (30), seorang pekerja di sebuah restoran di Tangerang Selatan, tampak bersemangat menceritakan perjalanan usahanya. Selain bekerja, ia dan istrinya, Sri Puji Astuti (28), juga menjalankan bisnis kuliner di Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Kini, usaha kuliner mereka tak lagi bergantung pada pelanggan yang datang langsung, berkat pemanfaatan platform digital.
“Setahun terakhir kami mulai memasarkan melalui platform digital, termasuk bekerja sama dengan layanan ojek daring dan e-commerce,” ujar Hadi, pemilik usaha Yunimart, saat ditemui oleh TemuUMKM, Sabtu (11/01/2025).
Hadi pun telah beralih dari pembayaran tunai ke sistem non-tunai. Dengan menggunakan aplikasi Livin’ Mandiri, ia dapat memantau transaksi bisnisnya secara real-time. Selain memudahkan manajemen keuangan, langkah ini juga mendukung praktik ramah lingkungan.
“Kami memprioritaskan bahan baku lokal, mayoritas dari petani di Bogor. Dengan rantai pasok yang lebih pendek, bahan baku lebih segar, hemat energi, dan membantu mengurangi jejak karbon,” tambah Hadi.
Saat ini, omzet usaha kulinernya berkisar puluhan juta rupiah per bulan. Meski begitu, Hadi berambisi mengembangkan bisnisnya lebih jauh. Salah satu caranya adalah dengan bergabung ke dalam ekosistem Livin’ Merchant dari Bank Mandiri. “Saya melihat teman sesama pelaku UMKM yang sudah tergabung di Livin’ Merchant mengalami lonjakan omzet. Saya ingin segera mengikuti jejak mereka,” katanya.
Bank Mandiri Dorong UMKM Bertransformasi Melalui Livin’ Merchant
Bank Mandiri menghadirkan platform digital Livin’ Merchant, yang hingga Agustus 2024 telah digunakan lebih dari dua juta pelaku usaha dengan nilai transaksi mencapai Rp 8 triliun. Platform ini menawarkan empat kapabilitas utama, termasuk solusi kasir digital, layanan khusus F&B, penerimaan pembayaran, dan pengelolaan rantai pasok, sehingga mempermudah pengusaha dalam menjalankan bisnis.
Direktur Jaringan dan Retail Banking Bank Mandiri, Aquarius Rudianto, menjelaskan bahwa platform ini dirancang untuk membantu UMKM mengelola bisnis mereka secara lebih terintegrasi dan efisien, dengan akses langsung ke distributor.
Mendorong UMKM Naik Kelas dengan Program Mandiri Digipreneur Hub
Selain platform digital, Bank Mandiri juga memiliki program Mandiri Digipreneur Hub (MDH) untuk mendukung UMKM bertransformasi ke arah yang lebih modern dan berkelanjutan. Program ini telah diikuti lebih dari 600 pelaku usaha di berbagai sektor sejak 2022.
Wakil Direktur Utama Bank Mandiri, Alexandra Askandar, menyampaikan bahwa MDH menawarkan pelatihan pengelolaan keuangan, pendanaan, serta dukungan perizinan usaha, termasuk pembuatan Nomor Induk Berusaha (NIB) tanpa biaya. “Kami juga membantu UMKM memperoleh sertifikasi lingkungan seperti ISO 14001 untuk meningkatkan kepercayaan konsumen,” ujarnya.
Dalam jangka panjang, Bank Mandiri ingin menjadi mitra strategis yang membantu UMKM beralih ke praktik bisnis berkelanjutan. “Kami tak hanya memberikan pembiayaan, tapi juga mendorong pelaku usaha untuk mendukung peran Indonesia dalam mengurangi emisi karbon dunia,” kata Direktur Utama Bank Mandiri, Darmawan Junaidi.
Melalui langkah-langkah strategis ini, Bank Mandiri membuktikan komitmennya untuk memperkuat UMKM sebagai tulang punggung ekonomi Indonesia sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan.
(Dilansir dari Investor.id)




