
Pemerintah Kabupaten Natuna melalui Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Mikro terus menggenjot percepatan digitalisasi UMKM lokal. Langkah ini diambil untuk mempersiapkan pelaku usaha dalam menghadapi persaingan pasar modern yang semakin terintegrasi dengan teknologi.
Kepala Disprindagkop dan UM Kabupaten Natuna, Marwan Syahputra, menjelaskan bahwa sebagian besar pelaku usaha kecil masih mengalami keterbatasan dalam mengakses pengetahuan seputar teknologi digital, termasuk dalam hal pemasaran online.
“Pemerintah daerah membuka ruang konsultasi terbuka bagi pelaku UMKM agar bisa langsung bertanya dan dibimbing oleh tenaga ahli. Seluruh layanan diberikan tanpa biaya,” ujar Marwan saat ditemui pada Rabu (9/4/2025).
Lebih lanjut, Marwan menyampaikan bahwa penggunaan teknologi digital akan memberikan manfaat besar, terutama dalam hal ekspansi pasar. UMKM tak perlu hanya mengandalkan penjualan di toko fisik atau pameran, melainkan bisa memaksimalkan media digital untuk menjual produk dari mana saja.
Guna menunjang proses tersebut, pihaknya menghadirkan Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) Natuna sebagai tempat pendampingan intensif. Konsultan di PLUT siap membantu pelaku usaha yang masih belum memahami cara mengelola bisnis berbasis digital.
“Jika ada pelaku usaha yang merasa belum siap secara teknologi, kami hadir untuk mendampingi. Tujuan kami adalah agar seluruh UMKM di Natuna bisa terhubung secara digital dan tumbuh lebih cepat,” tutup Marwan.




