
Di tengah hiruk pikuk persaingan bisnis yang semakin ketat, sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) terus menunjukkan geliatnya, terutama di industri kuliner.
Salah satu contohnya adalah bisnis kafe yang semakin menjamur, tidak hanya di kota-kota besar, namun juga merambah hingga pelosok daerah.
Hal ini tidak terlepas dari gaya hidup masyarakat yang semakin modern, di mana kopi tidak hanya menjadi minuman, tetapi juga bagian dari gaya hidup dan tempat bersosialisasi. Peluang inilah yang ditangkap oleh para pelaku UMKM, sehingga bisnis kafe semakin menjamur.
Mengutamakan kualitas bahan baku khas Aceh menjadi kunci BbalarA Coffee and Thai Tea dalam menarik perhatian konsumen.
BbalarA Coffee and Thai Tea, sebuah UMKM yang namanya diambil dari singkatan salah satu daerah di Aceh, daerah asal keluarga pemiliknya. Nama ini tidak hanya unik, tetapi juga mengandung makna mendalam yang mencerminkan akar budaya dan identitas mereka.
“Nama ini kita ambil dari daerah di Aceh Buloh Blang Ara, dan kita singkat menjadi BblarA.” Jelas Alrelianos Inoky Raisyad, pemilik BblarA Coffee and Thai Tea, (03/02/2025).
BbalarA Coffee and Thai Tea pertama kali dibuka untuk umum pada tanggal 10 April 2024. Momen ini menjadi tonggak penting bagi Alrelianos, menandai dimulainya perjalanannya dalam meramaikan industri kuliner di Bogor.
Sejak saat itu, BbalarA terus berupaya untuk memberikan yang terbaik bagi para pelanggan, bukan hanya dalam hal rasa, tetapi juga dalam hal pelayanan.
BbalarA Coffee dan Thai Tea memilih Jl. Raya Ciomas Kreteg, no. 41a Pagelaran, Kec. Ciomas, Kabupaten Bogor, sebagai lokasi pertama mereka. Lokasi ini dipilih dengan cermat karena strategis dan mudah dijangkau oleh masyarakat Bogor.
Selain itu, suasana di sekitarnya juga mendukung konsep BbalarA yang ingin menciptakan tempat yang nyaman bagi para pelanggan.
Alrelianos memiliki alasan yang kuat untuk memulai bisnis BbalarA Coffee and Thai Tea. Kecintaannya terhadap kopi dan thai tea, ditambah dengan keinginan untuk memperkenalkan cita rasa khas daerah asalnya, menjadi pendorong utama baginya.
“Berawal dari seringnya melakukan survei ke berbagai kedai kopi di sekitaran sini, banyak belajar tentang bagaimana menciptakan kopi yang enak, menciptakan suasana yang nyaman, dan membangun hubungan yang baik dengan pelanggan.” Ucap Alrelianos, (03/02/2025).
Tidak hanya dikenal dengan kopi dan thai tea yang lezat, BbalarA juga terus berinovasi dalam menciptakan menu-menu baru yang menarik. Salah satu variasi terbaru yang dihadirkan adalah green tea, yang diracik dengan menggunakan bahan-bahan berkualitas tinggi.
BbalarA Coffee and Thai Tea tidak hanya menarik perhatian para pekerja kantoran dan pecinta minuman kopi, tetapi juga berhasil memikat hati remaja dan ibu-ibu di sekitar Ciomas.
“Target utama kita sebenarnya pekerja kantoran yang membutuhkan minuman praktis dan menyegarkan setelah seharian beraktivitas, tapi karna di Ciomas banyak remaja dan ibu-ibu yang juga tertarik dan penasaran jadi ikut beli.” (03/02/2025).
Kedai kopi ini menawarkan suasana yang nyaman dan santai, sehingga cocok untuk dijadikan tempat berkumpul bersama teman-teman atau keluarga.
BbalarA Coffee dan Thai Tea sepenuhnya mengandalkan kekuatan pemasaran offline dari mulut ke mulut untuk memperkenalkan dan mempromosikan bisnisnya. Mereka fokus untuk menciptakan pengalaman yang positif bagi setiap pengunjung.
Namun, ia menyadari bahwa strategi ini memiliki keterbatasan dalam hal jangkauan. Mereka belum mampu menjangkau pasar yang lebih luas, terutama generasi muda yang aktif di media sosial. Oleh karena itu, perlu mempertimbangkan untuk mengembangkan strategi pemasaran di media sosial agar dapat bersaing di era digital saat ini.
BbalarA Coffee dan Thai Tea telah menjadi salah satu kedai kopi yang sukses di Bogor. Hal ini tercermin dari ramainya pengunjung yang datang setiap hari, dan mencatatkan omzet yang menggembirakan sejak awal berdirinya.
“Alhamdulillah, kisaran omzet rata-rata 10 sampai 15 juta perbulannya. Kami sangat bersyukur dengan pencapaian ini, meskipun pasti ada pasang surutnya.” Pungkasnya.
REPORTER: Restu Wahyu




