Gerai UMKM di MPP Sleman Raup Jutaan Rupiah, Penjualan Meningkat Tiap Bulan

Ilustrasi : Mall Pelayanan Publik Sleman

Gerai Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Mal Pelayanan Publik (MPP) Sleman, Kalurahan Tridadi, Kapanewon Sleman, mencatatkan transaksi penjualan yang terus meningkat sejak pertama kali diluncurkan pada awal 2025. Dalam waktu kurang dari tiga bulan, total transaksi di gerai ini sudah mencapai jutaan rupiah.

Koordinator Gerai UMKM Sleman, Antonius Harpanto, mengungkapkan bahwa nilai transaksi terus bertambah dari bulan ke bulan. Pada Januari 2025, transaksi tercatat sebesar Rp1,5 juta. Lalu meningkat menjadi Rp1,7 juta pada Februari, dan hingga pertengahan Maret sudah melampaui Rp3 juta.

“Padahal ini bulan puasa, tetapi penjualan tetap meningkat. Maret juga masih berjalan. Kebanyakan pembeli datang dari pengunjung yang sedang mengurus perizinan,” ujar Harpanto saat ditemui di Gerai UMKM, Senin (17/3/2025).

Gerai UMKM ini khusus menjual produk makanan kering, sementara produk basah seperti minuman dijual melalui kafetaria yang tersedia di MPP. Selain itu, sistem penjualan di gerai ini menggunakan skema zonasi, di mana produk dari berbagai kapanewon mendapatkan giliran untuk dipamerkan dan dijual secara bergantian. Saat ini, produk yang dijual berasal dari zona empat, yang mencakup wilayah Godean, Seyegan, Minggir, Moyudan, dan Gamping.

“Sistemnya diundi sejak awal. Zona empat mendapat giliran pertama, selanjutnya zona satu, tiga, dan dua. Setiap zona akan bergiliran setiap tiga bulan, lalu tahun depan diundi kembali,” jelasnya.

Dari zona empat, sekitar 50 produk UMKM dipamerkan, dengan rata-rata setiap kapanewon menyumbangkan sepuluh produk. Sebelum bisa dipasarkan di gerai ini, setiap produk harus melalui proses kurasi oleh tim di masing-masing kapanewon, termasuk verifikasi legalitas dan perizinan.

Pengelolaan gerai ini dilakukan oleh Harpanto bersama dua admin lainnya setiap hari. Sebelum mengelola gerai, ia merupakan anggota tim pemasaran UMKM di Kapanewon Moyudan.

“Saya juga menjual produk saya di sini. Beberapa produk dari gerai ini juga kami bawa ke Pasar Lebaran di dekat Lapangan Pemda Sleman, dan beberapa berhasil terjual dengan nilai ratusan ribu rupiah,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Dinkop UKM) Sleman, Tina Hastani, menyampaikan bahwa Pasar Lebaran yang diikuti oleh 143 UMKM, dua koperasi, lima UMKM binaan stakeholder, sebelas asosiasi, enam BUMN/BUMD, dan tujuh sponsor, berhasil mencatatkan omzet sebesar Rp150 juta. Angka ini mengalami peningkatan lebih dari Rp30 juta dibandingkan dengan penyelenggaraan tahun sebelumnya pada 2024.

Dilansir dari Harianjogja.com