
Industri tekstil dan fashion terus berkembang pesat, menghadapi tantangan keberlanjutan dan efisiensi produksi. Untuk mendukung transformasi ini, Inatex-Indo Intertex 2025 akan kembali digelar di Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran pada 15-17 April 2025. Acara ini menjadi ajang bergengsi yang mempertemukan pelaku industri tekstil, pengusaha fashion, serta inovator teknologi dari berbagai negara.
Lebih dari 500 perusahaan dari 12 negara, termasuk Indonesia, Tiongkok, India, Korea Selatan, dan negara-negara Eropa, akan berpartisipasi. Mereka akan memamerkan teknologi terbaru dan tren fashion berkelanjutan, mulai dari mesin tekstil inovatif, material ramah lingkungan, hingga solusi digital yang meningkatkan efisiensi produksi.
Seiring meningkatnya kesadaran akan dampak lingkungan. Industri tekstil menghadapi tantangan besar dalam mengurangi jejak karbon, efisiensi energi, dan optimalisasi bahan baku. Inatex-Indo Intertex 2025 hadir sebagai wadah untuk memamerkan solusi inovatif. Termasuk mesin hemat energi dan pemanfaatan material daur ulang.
Selain pameran teknologi, acara ini juga menghadirkan seminar dan diskusi panel yang diisi oleh para ahli industri. Topik utama meliputi tren fashion berkelanjutan. Digitalisasi dalam manufaktur tekstil, serta strategi bisnis untuk meningkatkan daya saing industri tekstil Indonesia di pasar global.
Sebagai sektor dengan kontribusi besar terhadap ekspor dan penyerapan tenaga kerja, industri tekstil Indonesia memiliki peran penting dalam perekonomian nasional. Inatex-Indo Intertex 2025 diharapkan menjadi wadah kolaborasi dan inovasi, memungkinkan pelaku industri memperluas jaringan bisnis serta mengadopsi teknologi ramah lingkungan untuk masa depan yang lebih hijau.
Acara ini juga membuka peluang bagi UKM untuk mengakses teknologi terbaru, meningkatkan efisiensi produksi, serta menciptakan produk tekstil berkualitas dan ramah lingkungan. Dengan meningkatnya kesadaran akan keberlanjutan, pameran ini menjadi momentum bagi industri tekstil untuk bertransformasi menuju masa depan yang lebih inovatif dan berkelanjutan.
Dilansir dari Jawapos.com




