Keripik Singkong Pedas ‘Kabita’: Makanan Tradisional yang Siap Marangsek Pasar Internasional

Screenshot

Kisah sukses Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) cemilan atau kudapan ini membuktikan bahwa mimpi besar bisa diwujudkan dengan kerja keras, strategi yang tepat serta semangat pantang menyerah. Dari mulai usaha kecil rumahan, hingga berhasil menembus pasar dan mencuri hati para konsumen.

Cemilan, atau kudapan, adalah istilah umum untuk makanan ringan. Cemilan bisa berupa makanan manis, gurih, asin, atau kombinasi dari rasa-rasa tersebut. Cemilan seringkali menjadi teman pendamping saat bersantai, menonton film, atau berkumpul bersama teman dan keluarga.

Kabita merupakan merek keripik singkong renyah yang diolah dengan bumbu khusus sehingga menghasilkan rasa pedas yang pas dan gurih.

Dibalik kelezatan Kabita, ada sosok wanita inspiratif bernama Feli yang berasal dari Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor, Feli sendiri mengawali bisnisnya dari coba-coba, kini sukses mengembangkan usaha camilan singkong pedas dan gurih ini.

“Arti nama dari Kabita sendiri diambil dari bahasa sunda yang berarti ingin atau tergiur, keripik ini dinamakan kabita agar para pembeli merasa tergiur atau ‘ngiler’ dengan keripik singkong yang dijual.” Ujar Feli pada Temumkm, (05/02/2025).

Bisnis ini mulai dijalankan Feli pada tahun 2019. Saat itu, Feli yang baru lulus SMA dan masih menunggu jadwal kuliahnya, ingin membuat produk camilan yang terjangkau namun tetap berkualitas.

Ia pun mencoba berbagai resep hingga akhirnya menemukan formula yang pas untuk Kabita. Pada tahun 2020, pandemi COVID-19 datang dan mengubah banyak aspek kehidupan. Namun, bagi Feli, pandemi justru menjadi momentum untuk semakin mengembangkan bisnisnya. Permintaan akan camilan meningkat pesat seiring dengan banyaknya orang yang menghabiskan waktu di rumah.

“Pada tahun 2020 dengan adanya covid membuat saya semakin semangat karena kabita semakin banyak peminatnya. Dan pada tahun 2021 saya mendapatkan hibah untuk pengembangan usaha dari Dikti melalui program KBMI sebesar Rp. 22.500.000,- Dana tersebut saya gunakan untuk pengembangan dan alhamdulillah usaha ini berjalan sampai hari ini.” Lanjut Feli, (05/02/2025).

Hal ini tentu berdampak positif untuk Kabita. Dalam satu bulan, Feli mampu menjual ribuan bungkus Kabita, dengan omzet yang diraih bernilai cukup fantastis yang mencapai 8 hingga 18 juta rupiah.

Dengan menerapkan strategi pemasaran yang seimbang, baik secara offline maupun online. Keduanya sama-sama penting dalam menjangkau konsumen yang luas dan meningkatkan brand awareness Kabita.

“Untuk offline saya lebih sering menawarkan dari mulut ke mulut, ke teman terdekat, kerabat dan lainnya. Pemasaran secara online saya memiliki strategi selalu memposting atau promosi produk pada jam tertentu hight hour dimana orang-orang lebih sering membuka media sosial yaitu pukul 9 pagi, 12 siang dan jam 3 sore,” Jelas Feli.

Untuk pemesanan via online dapat dilakukan dari mana saja dan kapan saja, di akun Instagramnya dengan username kabitaid atau ke nomor Whatsapp yang tertera.

Feli menyadari betul pentingnya upgrading kemampuan diri untuk mengembangkan bisnis Kabita. Oleh karena itu, ia rajin mengikuti berbagai pelatihan yang relevan dengan kebutuhan bisnisnya.

“Pelatihan yang sudah saya ikut saat ini adalah ekspor dan impor produk umkm. Sampai sekarang masih berlangsung pelatihan ini.” Lanjutnya menjelaskan.

Keikutsertaan Feli dalam berbagai pelatihan, termasuk pelatihan ekspor impor produk UMKM, adalah bagian dari strategi jangka panjangnya untuk mengembangkan bisnis Kabita. Ia ingin Kabita tidak hanya dikenal di Indonesia, tetapi juga di pasar internasional.

Dengan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh dari pelatihan, Feli optimis dapat mewujudkan mimpinya tersebut. Ia ingin membuktikan bahwa UMKM lokal juga bisa bersaing di panggung global.

Salah satu kendala yang dihadapi Feli dalam menjalankan bisnis Kabita adalah faktor cuaca yang tidak menentu. Proses pengeringan cabai merah sebagai bahan baku Keripik Singkong Kabita sangat bergantung pada sinar matahari. Ketika musim hujan atau cuaca mendung, proses pengeringan cabai menjadi terhambat, yang dapat mempengaruhi produksi Kabita.

Untuk mengatasi kendala tersebut, Feli sangat membutuhkan oven besar yang dapat digunakan untuk mengeringkan cabai merah secara efektif dan efisien. Dengan memiliki oven pengering, Feli tidak perlu lagi khawatir dengan masalah cuaca yang tidak menentu. Proses produksi Kabita pun dapat berjalan lancar tanpa hambatan, sehingga dapat memenuhi permintaan pasar yang terus meningkat.

Keripik singkong Kabita hadir dengan jaminan kualitas dan keamanan yang terpercaya. Produk ini telah terdaftar dan memiliki izin dari BPJPH (Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal) serta PIRT (Pangan Industri Rumah Tangga).

REPORTER: Restu Wahyu