
Konveksi dan sablon adalah dua istilah yang sering digunakan dalam industri pakaian, terutama yang berkaitan dengan pembuatan pakaian custom. Keduanya memiliki peran penting dalam menghasilkan pakaian dengan desain yang sesuai dengan keinginan konsumen.
Di tengah maraknya bisnis fashion, Vorven Studio hadir sebagai UMKM yang bergerak di bidang sablon dan konveksi. Mereka menawarkan berbagai macam layanan, mulai dari pembuatan kaos, hoodie, hingga jaket.
Vorven Studio menerima pesanan custom dengan desain sesuai keinginan pelanggan, baik untuk keperluan pribadi, komunitas, maupun promosi bisnis. Dengan fokus pada desain custom dan bahan yang nyaman, Vorven Studio telah berhasil menciptakan produk-produk yang unik dan diminati oleh berbagai kalangan.
“Vorven Studio tidak hanya menyediakan layanan sablon, tetapi juga dalam proses desain dan produksi. Target utamanya untuk brand clothing yang ingin mendevelop produknya, baju Angkatan sekolah, atau baju-baju komunitas.” Jelas Dani, (02/02/2025).
Dani Wahab adalah pemilik sekaligus pengelola Vorven Studio. Berbekal pengalamannya di bidang desain dan produksi pakaian, Dani berhasil membangun bisnis yang sukses dan memiliki reputasi baik dikalangan pelanggan.
“Memang awalnya suka dan bisa design, sempat ikut usaha sablon orang juga jadi paham alur produksi dari nol. Akhirnya buka usaha sendiri.” Ucap Dani kepada Temumkm, (02/02/2025).
Berlokasi di Jl. Raya Gunung Salak Endah, Kp.Susukan RT.03/02 , Desa Gunung Picung , Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor. Dani memulai bisnisnya dari garasi rumahnya sendiri, dengan modal yang terbatas dan peralatan yang sederhana. Namun, berkat ketekunan dan kerja kerasnya, usaha Dani kini semakin berkembang.
Vorven Studio didirikan pada tahun 2020. Meskipun sempat menghadapi tantangan di awal berdirinya, seperti pandemi COVID-19 yang melanda, persaingan bisnis yang ketat, serta hanya mengandalkan pemasaran offline seperti dari mulut ke mulut, Vorven Studio terus bertahan dan berinovasi untuk memenuhi kebutuhan pasar yang semakin beragam.
Dani selaku owner selalu menjaga kualitas produk dengan menggunakan bahan-bahan terbaik dan proses produksi yang teliti. Selain itu, mereka juga memberikan pelayanan yang ramah dan responsif kepada setiap pelanggan, sehingga kepuasan pelanggan menjadi prioritas utama.
Seiring dengan perkembangan zaman, Vorven Studio kini mulai merambah media sosial sebagai salah satu strategi pemasaran mereka. Langkah ini terbukti sukses, dengan ribuan pengikut yang berhasil diraih di platform media sosial.
Kehadiran Vorven Studio di media sosial memungkinkan mereka untuk menjangkau audiens yang lebih luas, membangun brand awareness, dan berinteraksi langsung dengan calon pelanggan.
“Baru di 3 tahun kebelakang sih, mulai promosiin di media sosial. Dan berjalan lancar, impact bagus. Sebelumnya hanya mengandalkan orang sekitar aja, dari mulut ke mulut.” (02/02/2025).
Dani juga menekankan bahwa dirinya menggunakan layanan iklan berbayar di Instagram dan juga TikTok untuk meningkatkan pemasaran.
Saat ini Vorven Studio memiliki 4 karyawan, tim yang solid dan kompak, terdiri dari orang-orang yang memiliki keahlian dan dedikasi yang tinggi di bidang desain, produksi, dan pemasaran. Tim ini bekerja sama secara harmonis untuk menciptakan produk-produk berkualitas tinggi dan memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan.
“Untuk proses pembuatannya kita pakai sablon manual, lebih unggul dari sablon dtf, karena lebih mencakup ke banyak bahan tebal seperti jaket. Pilihan warna juga lebih bervariasi, tidak terpaku sama warna yang ada di komputer dan minim budget produksi.” Jelasnya.
Dani mengakui bahwa menentukan pricelist bukanlah perkara mudah. Ia lebih memilih untuk menyesuaikan harga berdasarkan desain yang dipilih pelanggan, tingkat kerumitan desain, jenis, bahan kain yang digunakan, serta jumlah (quantity) pembelian.
Hal ini dikarenakan setiap pesanan memiliki karakteristik yang berbeda-beda, sehingga membutuhkan perhitungan biaya yang berbeda pula. “Rata-rata di Rp. 65.000 Per pcs untuk kaos dengan minimal pembelian 25 pcs.” (02/02/2025).
Dengan modal awal kurang lebih 10 juta, saat ini Dani meraup omzet mencapai 20 sampai 30 juta rupiah dalam satu bulan. Vorven Studio membuktikan bahwa mereka mampu memenuhi kebutuhan pasar, bahkan mengalami pertumbuhan bisnis yang signifikan.
Hal ini menunjukkan bahwa dengan strategi yang tepat dan kerja keras, usaha kecil juga bisa meraih kesuksesan.




