
Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) menjalin kerja sama strategis dengan UKM Center Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI). Kerja sama ini dibuat dalam rangka meningkatkan kapasitas pelaku UMKM perikanan dan pesisir. Kemitraan ini bertujuan menciptakan ekonomi yang lebih mandiri dan berkelanjutan melalui pengembangan inovasi produk serta penerapan teknologi modern.
Sebagai langkah awal, program pelatihan dan pendampingan akan dilaksanakan pada 17–21 Maret 2025 di Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah. Kegiatan ini akan menyasar pelaku usaha dari kalangan pemuda serta perempuan pesisir dan akan didampingi langsung oleh fasilitator serta narasumber dari UKM Center FEB UI.
Pelatihan ini dirancang untuk membantu peserta mengembangkan produk yang lebih inovatif sekaligus mengadopsi teknologi yang lebih efisien guna meningkatkan daya saing usaha mereka. Ketua Umum KNTI, Dani Setiawan, menegaskan bahwa kerja sama ini merupakan bentuk nyata kolaborasi antara dunia akademik dan komunitas nelayan dalam memperkuat sektor ekonomi pesisir.
“Kemitraan ini bukan sekadar pelatihan. Tetapi juga instrumen akselerasi bagi pelaku UMKM perikanan dan pesisir untuk menghasilkan produk berkualitas tinggi dan berdaya saing di pasar,” ujar Dani dalam siaran pers, Senin (17/3/2025).
Selain meningkatkan keterampilan individu. Program ini juga menjadi wadah kolaborasi bagi para pelaku usaha. Dani menambahkan bahwa keberhasilan inisiatif ini bergantung pada sinergi yang terjalin antara berbagai pihak terkait.
“Kami ingin memastikan pelaku UMKM perikanan dan pesisir tidak hanya mendapatkan ilmu. Namun juga dukungan nyata untuk mengembangkan usaha mereka secara berkelanjutan. Melalui kerja sama ini, kami berharap dapat menciptakan ekosistem usaha yang lebih tangguh,” jelasnya.
Dengan interaksi langsung antara peserta dan fasilitator. Hal ini diharapkan muncul pertukaran ide dan pengalaman yang dapat memunculkan inovasi baru di sektor perikanan dan pesisir. Keberlanjutan program ini juga menjadi prioritas utama. Ha ini mengingat tantangan yang dihadapi UMKM perikanan tak hanya terbatas pada proses produksi, tetapi juga mencakup aspek pemasaran serta distribusi produk.
Kolaborasi antara KNTI dan FEB UI juga membuka peluang bagi akademisi dan praktisi. Peluang untuk berkontribusi dalam pengembangan inovasi berbasis riset yang dapat diterapkan langsung di sektor perikanan dan pesisir. Dani menegaskan bahwa sinergi antara dunia akademik dan komunitas nelayan diharapkan dapat menghadirkan terobosan baru. Terobosan yang mampu meningkatkan daya saing produk lokal, baik di pasar domestik maupun internasional.
Kerja sama ini menjadi model kolaborasi yang efektif dalam pengabdian kampus untuk mendukung kemandirian ekonomi masyarakat pesisir. Dengan keterlibatan akademisi, praktisi, serta pelaku usaha. Semua ini diharapkan UMKM perikanan dan pesisir dapat terus berkembang dan memiliki daya saing yang lebih kuat di industri perikanan nasional.
Dilansir dari republika.co.id




