
Polri dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) memperkuat sinergi dalam mendukung pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Indonesia. Kerja sama ini disepakati dalam audiensi antara Kepala BPOM, Taruna Ikrar, dengan Kapolri, Jenderal Listyo Sigit Prabowo, di Mabes Polri, Jakarta Selatan, pada Jumat (10/1/2025).
Taruna Ikrar menyampaikan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah memberikan mandat khusus kepada BPOM untuk berkontribusi secara aktif dalam meningkatkan peran UMKM. Salah satu upaya utamanya adalah mempermudah proses registrasi agar pelaku UMKM dapat memperoleh sertifikasi dan meningkatkan daya saing mereka.
“Presiden meminta BPOM untuk turut serta mendorong UMKM naik kelas melalui kemudahan proses sertifikasi,” ujar Ikrar usai pertemuan.
Fokus pada Sektor Makanan, Minuman, dan Obat-obatan
Dari total 66 juta pelaku UMKM di Indonesia, sekitar 18 juta di antaranya bergerak di sektor makanan, minuman, obat-obatan, jamu, dan produk tradisional lainnya. Secara lebih spesifik, data menunjukkan bahwa terdapat 4,7 juta pelaku usaha yang berkecimpung di bidang makanan dan obat-obatan.
Namun, Ikrar mengakui bahwa keterbatasan sumber daya manusia (SDM) di BPOM menjadi tantangan dalam mendukung UMKM yang jumlahnya sangat besar. Untuk itu, BPOM menggandeng Polri yang memiliki jaringan personel luas hingga ke pelosok daerah.
“Kami berharap kolaborasi ini dapat mempercepat pencapaian target peningkatan UMKM. Ketika UMKM naik kelas, dampaknya terhadap ekonomi nasional akan sangat signifikan,” jelasnya.
Dukungan Polri untuk UMKM Naik Kelas
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyambut baik inisiatif kerja sama ini. Ia menegaskan kesiapan Polri untuk mendampingi BPOM dalam mendukung UMKM, termasuk memastikan produk-produk yang dihasilkan memenuhi standar kebersihan dan kesehatan
“Polri akan memberikan pendampingan agar UMKM dapat mencapai target yang telah ditetapkan, sekaligus memastikan produk yang dihasilkan higienis dan berkualitas,” ujar Sigit.
Dengan kerja sama ini, pemerintah berharap UMKM dapat terus berkembang dan memberikan kontribusi lebih besar terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.
(Dilansir dari Detik.com)




