Kupat Tahu Legendaris, Tawarkan Bumbu Racikan tahun 1972

Ketika berbicara Kota Bogor, mungkin yang tersirat adalah sebuah kota dimana didalamnya terdapat aneka jajanan kuliner yang unik dan menarik untuk dicoba. 

Di Bogor sendiri kalian bisa menemukan berbagai macam makanan, mulai dari yang berkuah hingga makan kering khas kota tersebut.

Salah satu makanan yang bisa kita coba ketika berkunjung ke Kota Bogor adalah Kupat Tahu Aah yang hadir sejak tahun 1972. Kelebihan kupat tahu ini memiliki bumbu yang kaya akan rempah, rasanya gurih dan bertekstur kental. 

Selain itu sayur yang digunakan pun sangat segar. Tak ketinggalan tahunya, bukan pemain figuran tahu yang disajikan dalam Kupat Tahu Aah ini. Ketika masuk dalam mulut, sangat sempurna dikolaborasikan dengan kupat dan sayur yang sudah diselimuti bumbu kacang. 

Kalian bisa menemukan Kupat Tahu Aah ini di Jalan Achmad Adnawijaya, Kampung Ceger, Bogor Utara, Kota Bogor.

Pemilik, Aah Suhadi (60) menerangkan, harga satu porsi kupat tahu yang ia jual itu sebesar Rp 10 ribu. Aah merasa dilema ketika menjual dengan harga segitu, pasalnya saat ini harga beberapa komoditas seperti cabe dan bawang terus mengalami kenaikan harga.    

“Pendapatan saya tidak sesuai dengan modal. Modal sekarang mahal kaya cabe dan bawang. Tapi saya juga khawatir kehilangan pelanggan jika harga dinaikan,” katanya kepada Temumkm.com, (27/01/25). 

Aah juga mengeluhkan daya beli masyarakat Bogor yang menurutnya menurun. Sekarang dalam sehari ia bisa mengumpulkan uang dari hasil berjualan itu sebesar Rp 300 ribu. Jika dibandingkan dengan 3 sampai 4 bulan yang lalu ia bisa mendapatkan uang dalam satu hari berjualan itu sebesar Rp 400 ribu bahkan Rp 500 ribu. 

“Bahan yang lain harganya aman tidak ada kenaikan yang signifikan. Tapi kalau pendapatan menurun, sahari saya hanya bisa menjual 30 porsi, jadi cuman Rp 300 ribu. Kecil kalau sudah dibelikan modal dan biaya yang lain,” terangnya. 

Kupat Tahu Aah ini bisa dibilang legendaris karena sudah berjualan kupat tahu sejak tahun 1972. Ketika memulai berjualan ia tidak langsung mangkal di lokasi tersebut, melainkan berkeliling sekitar Bogor Utara.   

“Saya mulai dari tahun 1972, keliling aja sekitaran Bogor utara,” ucapnya

Berselang beberapa tahun kemudian ketika badannya sudah semakin tua dan tidak mampu lagi membawa beban terlalu berat. Pada tahun 2019 Aah memutuskan untuk mangkal di tempat tersebut hingga saat ini.

”Kalau mau berkeliling kan ga ada lagi orangnya. Saya di sini sudah sejak tahun 2019,” tandasnya.

Reporter Temumkm : Syahrul Himawan