
Berawal dari kecintaannya pada kerajinan tangan. Lita Uditomo bersama sang suami berhasil membangun ruang kreatif bernama Little Grande Craft. Usaha ini bukan hanya sekadar toko perlengkapan rajut. Akan tetapi ruang kreatif pengrajin untuk berkarya dan berkembang.
“Little itu artinya kecil dan grande artinya besar. Jadi dari sesuatu yang kecil kita mau memberi manfaat yang besar untuk lingkungan,” ungkap Lita tentang filosofi di balik nama bisnisnya pada Temumkm.com.
Sejak tahun 2016, Little Grande Craft hadir untuk memfasilitasi dunia kerajinan tangan dengan menyediakan material, alat, hingga kursus bagi siapa saja yang ingin mengasah kreativitas.
“Little Grande Craft didirikan dengan ide memfasilitasi dunia kerajinan tangan. Menurut suami saya, kerajinan tangan itu bentuk petualangan pikiran manusia dalam berkreasi dan berinovasi. Setiap orang memiliki keunikan dalam berkarya. Sehingga kami tertarik untuk mendirikan usaha ini,” ujarnya.
Little Grande Craft menawarkan berbagai perlengkapan rajut, mulai dari benang dengan harga Rp13 ribu hingga Rp50 ribu per gulung. Ada juga alat rajut dengan harga mulai dari Rp3 ribu hingga Rp90 ribu, serta aksesoris seperti resleting dan kancing.
Tidak hanya sekadar menjual produk, Little Grande Craft juga menyediakan berbagai kursus, seperti merajut, makrame, ecoprint, hingga menjahit. Biaya kursusnya pun bervariasi, kursus merajut dasar secara privat selama dua jam dikenakan biaya Rp100 ribu. Sementara itu peserta workshop, dengan jumlah partisipasi bisa mencapai 30 orang.
Bisnis ini pun terus berkembang. Lita berhasil menjalin kerja sama dengan berbagai instansi dan juga perbankan seperti BCA yang memiliki program pelatihan bagi karyawan menjelang pensiun.
Little Grande Craft berlokasi di Grand Depok City, deArcade B19, Tirtajaya, Kec. Sukmajaya, Kota Depok. Bagi yang ingin berbelanja atau berkonsultasi mengenai kebutuhan rajut, bisa juga menghubungi Little Grande Craft melalui WhatsApp. Hal ini untuk memudahkan para perajut dalam memilih bahan yang tepat untuk produk kreatif mereka.
Datang langsung ke toko juga tak kalah seru. Pengunjung akan disuguhkan oleh Etalase toko, yang menampilkan karya guru-guru pengajar sebagai bentuk apresiasi dan sumber inspirasi.
“Kami juga menyediakan bisnis center etalase karya guru-guru. Fungsinya biar menginspirasi, jadi produk yang dipajang itu menginspirasi dan dijual juga,” ujarnya.
Dengan omzet mencapai Rp40.000.000 per bulan, Lita berharap masyarakat semakin menghargai karya para seniman craft.
“Mereka berkarya itu tidak murah, ada ide, kreativitas, dan proses panjang di baliknya. Semoga orang lebih bisa menghargai,” harapnya.




