Mendag: Tantangan UMKM Ekspor adalah Manajemen dan Kualitas

Menteri Perdagangan Budi Santoso mengunjungi pusat perbelanjaan Sarinah pada Rabu (5/3) di Jakarta dalam rangka kampanye “Belanja di Indonesia Aja” (BINA). (Foto: Humas Kemendag)

Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso menyoroti tantangan utama yang dihadapi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dalam menembus pasar ekspor. Menurutnya, keberhasilan UMKM di kancah global tidak hanya bergantung pada kualitas produk, tetapi juga kesiapan manajemen dan keberlanjutan produksi.

“UMKM yang ingin ekspor harus punya resource base yang bagus. Manajemennya harus baik, produknya berkualitas, serta ada jaminan kontinuitas produksi,” ujar Budi dalam acara The Big Idea Forum: Pahlawan Ekonomi Bangsa di Jakarta, Senin (17/3).

Ia menambahkan bahwa pembeli internasional mengutamakan kepastian ketersediaan produk, bukan hanya sekadar transaksi satu kali. Oleh karena itu, UMKM perlu menjaga konsistensi dalam kualitas dan pasokan.

Untuk mengatasi tantangan ini, Kemendag telah menjalankan program business matching, di mana UMKM dapat mempresentasikan produk mereka kepada calon pembeli global. Selain itu, Kemendag juga bekerja sama dengan perwakilan dagang di 33 negara guna mencari buyer potensial bagi produk Indonesia.

Budi menegaskan bahwa masih banyak UMKM yang perlu mendapatkan pendampingan agar memenuhi standar ekspor. Pemerintah terus mendorong pelatihan, digitalisasi, serta pendampingan langsung agar UMKM lebih siap bersaing di pasar global.

“Kita tidak hanya ingin UMKM sekali ekspor, tapi juga bisa menjaga kepercayaan buyer agar ada repeat order. Ini yang sedang kita bangun,” tegasnya.

Dilansir dari cnnindonesia.com