Menteri Perdagangan Dukung UMKM Lokal Tembus Pasar Ekspor

Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso menyatakan bahwa produk fashion lokal Indonesia memiliki peluang besar untuk menembus pasar ekspor. Hal ini disampaikannya saat meninjau sebuah bazar fashion yang menghadirkan produk-produk dari berbagai pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Ratu Plaza, Jakarta, pada Jumat, 14 Maret 2025.

Dalam kunjungan tersebut, Budi menyampaikan apresiasinya terhadap kreativitas dan kualitas produk fashion buatan dalam negeri. Ia melihat bahwa banyak dari produk yang dipamerkan memiliki nilai jual tinggi. Selain itu ia memandang bahwa produk lokal mampu bersaing dengan produk fashion dari luar negeri.

“Kita memiliki banyak brand lokal yang kualitasnya tidak kalah dengan produk luar. Ini harus kita dorong agar bisa lebih dikenal di pasar internasional,” ujarnya.

Untuk mewujudkan target ekspor bagi pelaku UMKM fashion. Kementerian Perdagangan berencana melakukan kurasi terhadap beberapa produk unggulan yang berpotensi untuk dipromosikan ke luar negeri. Budi menjelaskan bahwa produk-produk tersebut akan diikutsertakan dalam program business matching. Program yang mempertemukan antara produsen lokal dengan calon pembeli dari luar negeri.

“Kita akan ambil lima atau beberapa produk terbaik, kemudian kita fasilitasi agar bisa bertemu dengan calon mitra bisnis di luar negeri,” jelasnya.

Lebih lanjut, Mendag menegaskan bahwa pemerintah siap memberikan dukungan penuh bagi pelaku UMKM agar berani menembus pasar ekspor. Ia menyadari bahwa banyak pengusaha kecil yang memiliki produk berkualitas tetapi masih ragu atau belum mengetahui cara memasarkannya ke luar negeri.

“Kalau tidak kita fasilitasi, mereka mungkin tidak berani. Padahal, peluangnya sangat besar,” kata Budi.

Selain itu, Budi juga menyoroti pentingnya strategi pemasaran yang tepat agar produk fashion lokal bisa lebih diterima di pasar global. Ia menyarankan para pelaku usaha untuk memperhatikan aspek branding, kemasan, serta memahami tren mode internasional agar produk mereka lebih diminati oleh konsumen luar negeri. Menurutnya, kualitas produk yang baik harus didukung oleh strategi pemasaran yang efektif.

Target Pertumbuhan Ekspor Nasional Mencapai 7,1 Persen

Di sisi lain, Kementerian Perdagangan tetap menargetkan pertumbuhan ekspor nasional sebesar 7,1 persen, meskipun ada tantangan berupa pemangkasan anggaran. Budi optimistis bahwa dengan kerja sama antara pemerintah dan pelaku usaha, target ini tetap bisa dicapai.

“Pemotongan anggaran memang ada, tetapi semangat untuk meningkatkan ekspor harus tetap tinggi. Salah satunya dengan memaksimalkan potensi produk fashion lokal,” tegasnya.

Tidak hanya sektor fashion, pemerintah juga mendorong produk UMKM dari sektor lain, seperti makanan sehat, untuk mulai membidik pasar ekspor. Budi menekankan bahwa UMKM yang ingin go international harus meningkatkan kualitas produk mereka agar sesuai dengan standar internasional.

“Kita harus memastikan bahwa produk-produk yang diekspor memiliki kualitas terbaik dan mampu bersaing di pasar global,” pungkasnya.

Dengan berbagai program dan inisiatif yang tengah dijalankan, diharapkan semakin banyak produk UMKM Indonesia yang bisa dikenal dan diminati di tingkat internasional, sehingga dapat berkontribusi dalam meningkatkan perekonomian nasional.

Dilansir dari Liputan6.com

Editor : Ivan Nurdin