Menteri UMKM Kuatkan Strategi UMKM di Tengah Efisiensi Anggaran 2025

Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), Maman Abdurrahman, berkomitmen memastikan UMKM bisa bersaing di balik kebijakan efisiensi anggaran pemerintah pada 2025. Penegasan itu ia sampaikan saat Rapat Kerja (Raker) dengan Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu, (12/2/2025).

Strategi Penguatan UMKM di Tengah Efisiensi

Maman menjabarkan berbagai cara untuk menjaga kualitas UMKM. Strategi tersebut bisa berupa evaluasi program Kredit Usaha Rakyat (KUR), kerja sama dengan pemangku kepentingan, hingga bentuk program peningkatan kualitas produk lokal.

Maman pun menyinggung evaluasi yang ketat pada KUR masih stagnan. “Program KUR sangat luar biasa, tapi masih kurang dievaluasi mendalam. Banyak UMKM yang masih sulit mendapat dana lantaran kendala seperti agunan untuk pinjaman yang kecil ataupun kuota program yang cepat habis,” tutur Maman dilansir Temumkm.com dari kantor berita Antaranews.com.

Solusinya, kementerian merancang pelacakan distribusi KUR yang terstruktur. Nantinya, akan terus dievaluasi bersama Komisi VII DPR RI setiap dua bulan di berbagai wilayah.

Bersinergi Kuatkan Ekosistem UMKM

Maman turut menggaribawahi urgensi sinergi antar-sektor untuk menguatkan ekosistem UMKM. Salah satu langkah yang sudah diterapkan berupa kolaborasi Kementerian Ketenagakerjaan untuk mengadakan pelatihan UMKM melalui Balai Latihan Kerja (BLK) di berbagai wilayah Indonesia.

“Daripada buat pembangunan pusat pelatihan baru yang membutuhkan dana besar, lebih baik memanfaatkan BLK. Cara ini efisien untuk melatih pelaku UMKM tanpa memberatkan anggaran negara,” ucapnya.

Dorong Kemitraan Binis Berkelanjutan

Maman menilai, keterlibatan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan perusahaan besar dalam membantu UMKM masih sebatas Corporate Social Responbility (CSR). Padahal, menurutnya, konsep business to business lebih keberlanjutan. Dengan begitu UMKM bisa menjadi bagian rantai pasok industri besar dan memperkuat hubungan perusahaan besar–UMKM.

Meskipun terdapat kebijakan efisiensi anggaran, Maman berharap langkah-loangkah tersebut bisa menjaga keberlanjutan UMKM yang menjadi pilar utama ekonomi nasional

REPORTER: Febri