Modal Awal Rp300 Ribu Devi Dirikan Brand Kue ‘Eatable’: Kue Custom Estetik Impian Pelanggan

Screenshot

Pandemi COVID-19 pada tahun 2020, menjadi titik awal perjalanan bisnis kuliner seorang mahasiswa Bernama Devi Gifari. Saat itu semua kegiatan kuliah secara konvensional distop demi meminimalisir penyebaran, perkuliahan pun dilakukan secara daring. Hal itu menjadi momentum Devi mencari penghasilan tambahan.

Bermula dari dapur sederhana, ia mencoba peruntungan dengan menjual kue dan camilan manis asal Korea yang sedang digandrungi banyak orang. Dalam menjalankan usaha kue ini, Devi menggunakan merek bernama ‘Eatable Cake’. Nama tersebut berarti ‘kue yang bisa dimakan’. Nama itu ini dipilih karena lebih menarik perhatian dan memberikan kesan yang lebih personal kepada pelanggan, sekaligus mencerminkan kualitas dan kelezatan kue buatannya. Kala itu Devi memutuskan untuk fokus memasarkan produknya secara daring melalui beberapa media sosial.

“Eatable Cake yang saya maksud adalah kue yang bisa ‘dimakan’. Dalam artian kue yang enak, nyaman, dan direkomendasikan untuk dikonsumsi. Kata Eat-able ini lebih menarik perhatian saya.” Ujar Devi kepada temumkm.com, pada (26/02/2025).

Namun usaha tersebut harus terhenti selama enam bulan karena ia harus menjalani magang di luar kota. Pada tahun 2021, setelah semuanya keperluan pendidikannya selesai. Devi menjalankan lagi usahanya dengan konsep yang sama. Alhasil pesanan pertama datang dari seorang temannya yang memesan menu Bento Cake.

Devi menerima pesanan tersebut dengan peralatan dapur seadanya, seperti oven tangkring dan hand mixer warisan sang ibu yang telah berusia belasan tahun.

“Modal awal untuk membeli bahan dan packaging kurang dari Rp 300 ribu pada saat itu. Lalu mencoba bikin untuk diberikan ke teman yang berulang tahun, perayaan siding skripsi, dan lain-lain. Mulai dari 1 orderan, lalu terus bertambah dan sampai sekarang.” Ungkapnya.

Dengan modal awal yang minim, Devi terus mengembangkan bisnis custom cake-nya. Keuntungan yang didapat diinvestasikan kembali untuk meningkatkan kualitas produksi. Secara bertahap, Ia mulai menyicil peralatan-peralatan yang lebih profesional, seperti oven deck, standing mixer, dan working table. Langkah ini menjadi bukti keseriusannya dalam menekuni usaha custom cake, sekaligus komitmen untuk memberikan produk terbaik bagi para pelanggan.

Eatable saat ini beroperasi dari dapur produksi yang berlokasi di Jalan Brigjen Saptaji, Gang Mesjid, Cilendek Timur, Bogor. Dapur ini menjadi pusat kreativitas dan produksi kue custom yang perkasai oleh Devi . Meskipun belum memiliki toko fisik, dapur produksi ini telah menjadi tempat di mana impian kue custom pelanggan diwujudkan.

Dalam memproduksi pesanan yang datang, Devi dibantu oleh beberapa karyawannya. Devi sendiri bertugas menyiapkan bahan-bahan untuk setiap pesanan kue custom-nya. Baginya, kepuasan pelanggan adalah prioritas utama dan ia juga ingin memastikan kualitas setiap produk yang dihasilkan. Sehingga ia tetap turun tangan untuk terlibat langsung dalam produksi.

Demi mencapai hasil maksimal dan memenuhi ekspektasi pelanggan, Devi hanya menggunakan bahan-bahan premium. Sehingga ia bisa menciptakan ciri khas yang membedakan kue custom-nya dari yang lain, yakni pada komposisi bahan yang menggunakan whipcream. Menjadikannya pilihan istimewa bagi para pencinta kue.

“Kalau kami membuat kuenya menggunakan whipcream bukan dengan buttercream. Setau saya di Bogor belum banyak yang pakai whipcream untuk dekorasi.”

Keberadaan whipcream pada kue tersebut memberikan perbedaan yang signifikan pada rasa dan tekstur kue seperti tekstur yang lebih ringan, lembut, dan tidak terlalu manis.

Kue buatan Devi ini cocok untuk disajikan dalam berbagai acara dan perayaan. Karena kue yang Devi tawarkan tidak hanya memiliki rasa enak saja, tetapi ia mampu membuat tampilan kue yang estetik, sehingga membuat acara lebih berkesan dan lengkap ketika kue ini dihidangkan.

Meski mengutamakan kualitas dengan menggunakan bahan-bahan premium, Eatable tetap berkomitmen untuk memberikan harga yang terjangkau. Harga kue disesuaikan dengan ukuran dan tingkat kerumitan desain, mulai dari Rp80.000 hingga Rp300.000, sehingga pelanggan dapat memilih opsi yang sesuai dengan anggaran mereka.

Pelanggan dapat memilih mulai dari varian klasik seperti vanila dan cokelat krim, hingga rasa-rasa yang lebih unik seperti cookies and cream, moka, dan stroberi. Setiap rasa diracik dengan bahan-bahan berkualitas tinggi untuk memastikan kelezatan yang konsisten di setiap gigitan. Dengan demikian, Eatable menjadi pilihan ideal bagi mereka yang menginginkan kue custom berkualitas tinggi dengan harga yang bersahabat.

Foto-foto kue yang indah dan menggugah selera yang dipajang pada media sosial berhasil menarik perhatian calon pelanggan. Kemudian keberadaan WhatsApp menjadi saluran komunikasi utama untuk menerima pesanan dan berinteraksi langsung dengan pelanggan. Strategi pemasaran sederhana ini terbukti efektif dalam membangun basis pelanggan setia dan memperluas jangkauan Eatable.

“Kalau weekend bisa produksi sekitar 15 sampai 20an cakes. Kalau weekday rata-rata 8 cake saja, tergantung bulan dan event/hari libur juga. Biasanya ramai di akhir tahun.” Jelas Devi.

Dalam upaya untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada pelanggan, Eatable telah mengantongi Nomor Induk Berusaha (NIB) dan sertifikat halal. Langkah ini menunjukkan keseriusan Eatable dalam membangun kepercayaan pelanggan dan memberikan produk yang berkualitas tinggi serta aman dikonsumsi oleh semua kalangan.

Devi memiliki visi jangka panjang yang lebih besar, yaitu membuka toko kue sendiri. Namun, ia menyadari bahwa untuk mencapai impian tersebut, banyak persiapan yang perlu dilakukan. Ia memahami bahwa membuka toko kue bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan awal dari tantangan baru.

Oleh karena itu, Devi memilih untuk mempersiapkan diri secara matang, baik dari segi ilmu pengetahuan maupun finansial. Ia berencana untuk terus belajar dan mengumpulkan pengalaman, sambil menabung secara bertahap agar dapat mewujudkan impiannya. Dengan perencanaan yang matang dan komitmen yang kuat, Devi yakin dapat membawa Eatable ke tingkat yang lebih tinggi.

REPORTER: Restu Wahyu