Nasi Kuning Hamid, Menu Andalan Sarapan Pagi


Nasi kuning merupakan salah satu makanan yang mudah ditemukan di Kota Bogor. Para pedagang nasi kuning mulai menjajakan dagangannya sejak pagi hingga siang hari. 

Biasanya makanan ini disajikan bervariasi, ada yang dengan gorengan, semur tahu, orek tempe, telor balado dan lainnya. Tak ayal makanan ini sangat diminati warga Bogor dan menjadi menu sarapan sebelum beraktivitas karena rasanya enak dan harganya murah

Salah satu olahan nasi kuning yang harus dicoba adalah Nasi Kuning Hamid yang mangkal di Jalan Achmad Adnawijaya, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor. Selain rasa nasi kuningnya enak, olahan lainya juga menjadi faktor daya tarik tersendiri untuk para konsumen. 

Menu yang patut dicoba ialah nasi kuning dengan tambahan lauk telur balado. Kedua menu ini rasanya sangat pas ketika dikombinasikan dalam satu suapan. Sesekali rasa telur balado itu membuat kunyahan berakhir sempurna.

“Saya mulai mangkal di jalan ini sekitar pukul 05.30 WIB dan tutup pukul 10.30 WIB,” kata Hamid pemilik Nasi Kuning Hamid,  (27/01/25).

Hamid menerangkan dalam sehari berjualan, rata-rata ia berhasil mengumpulkan uang sebesar Rp 400 ribu. Menurutnya pendapatan tersebut bisa berkurang atau bertambah tergantung banyak faktor. 

“Penjualan tidak tentu, saya juga nggak bisa sebutkan berapa porsinya, tapi dalam sehari itu saya bisa mendapatkan uang bagusnya 400 ribu,” ujarnya.

Hamid mengaku sering kali terlena membawa bahan jualan lebih banyak dari hari sebelumnya setelah dagangannya terjual habis sebelum waktu tutup tiba. 

“Kadang saya juga bawa bahannya terlalu banyak, kadang juga terlalu sedikit,” terangnya.  

Hamid sendiri menjual nasi kuning tersebut dengan dua harga yang berbeda. Jika per porsi nasi kuning itu hanya diisi menu pendamping orek tempe, dan goreng bihun, ia membandrol seharga Rp 8 ribu. 

Sedangkan per porsi nasi kuning yang diisi menu pendamping orek tempe, goreng bihun serta telur balado, ia membandrol seharga Rp 11 ribu. 

“Untuk satu porsinya itu Rp 8 ribu kalau pake telor Rp 11 ribu,” ucapnya.

Hamdi mengaku yang saat ini menjadi kendala bagi usahanya ini ialah pasokan sayuran. Ia merasa sayuran yang ada di pasaran selalu mengalami kenaikan harga. 

“Paling saya kesulitan pasokan sayuran, Karena saat ini harga sayuran terus naik,” tandasnya.  

Reporter Temumkm : Syahrul Himawan