
Di sudut Komplek AL, Blok D23 No.3, Ciangsana, Bogor, aroma ayam bakar menggoda tercium. Ayam Bakar Kalasan ‘Wong Yogya’ telah memikat pecinta kuliner sejak 2001. Di baliknya, ada Ibu Lilik P., yang merintis usaha ini karena rindu akan cita rasa kampung halaman sang suami di Yogyakarta.
Ciri khas ayam bakar kalasan adalah rasa manis gurihnya. Bumbunya meresap sempurna karena menggunakan rempah, santan, dan air kelapa.
“Modal ibu hanya Rp 150 ribu. Sembari antar anak sekolah, ibu jualan ayam bakar. Mulai dari tiga ekor, lalu pesanan nasi kotak meningkat hingga 300 box. Alhamdulillah, usaha terus lancar,” ujar Ibu Lilik pada Temumkm.com (09/02/2025).
Resep turun-temurun dan keuletan Ibu Lilik membuat ayam bakarnya berbeda. Dagingnya empuk, bumbunya kaya, dan aroma bakarnya menggoda.
“Yang bikin istimewa, ibu pakai arang batok asli. Aromanya khas dan lebih sedap,” tambahnya.
Menjual ayam bakar bukan sekadar memanggang. Ada tantangan seperti persaingan bisnis, harga bahan baku yang naik, dan perubahan selera konsumen.
“Alhamdulillah, setiap usaha ada tantangannya. Musim hujan sulit menyalakan arang. Harga ayam dan cabai juga naik,” katanya.
Menghadapi tantangan ini, Ibu Lilik beradaptasi dengan strategi kreatif. Ia mengelola biaya produksi dengan cermat dan menjaga kualitas. Hubungan baik dengan pelanggan dan pemasok menjadi kunci keberlanjutan usahanya.
Di balik usaha ini, tersimpan kisah inspiratif. Ibu Lilik adalah ibu dari Fahmi Prachaya (Ami), juara 2 MasterChef Indonesia Season 10. Sejak kemenangan Ami, Ayam Bakar ‘Wong Yogya’ semakin dikenal luas.
“Setelah anak ibu menang MasterChef, banyak yang penasaran dan beli. Yang tadinya tidak tahu, jadi tahu,” ungkapnya.
Dari awal hingga kini, strategi pemasaran sederhana tetap dipertahankan. Promosi dari mulut ke mulut terbukti efektif. Kualitas rasa dan pelayanan menjadi kunci suksesnya.
Ayam Bakar Kalasan ‘Wong Yogya’ terkenal lezat dan terjangkau. Harga ayam bakar satuan Rp 25 ribu, sedangkan satu ekor Rp 70 ribu. Cocok untuk santapan keluarga.
Selain makan di tempat, Ibu Lilik melayani pesanan nasi kotak untuk acara seperti arisan, syukuran, dan ulang tahun.
Kesuksesan ini menunjukkan bahwa usaha kuliner bisa berkembang dengan konsistensi, inovasi, dan keuletan.
REPORTER: Restu Wahyu




