
Dalam dunia bisnis yang serba kompetitif, memulai sesuatu dari nol bukanlah hal yang mudah. Namun, hal tersebut berhasil dilakukan oleh lima mahasiswa jurusan bisnis dari Institut Pertanian Bogor (IPB) yang mendirikan Mouda, sebuah brand fashion lokal yang menggabungkan keindahan tradisi dengan sentuhan modern. Kisah perjalanan mereka menjadi inspirasi bagi generasi muda yang ingin memulai bisnis, khususnya di bidang fashion.
Mouda lahir dari keresahan. Deni, Raeka dan tim melihat bagaimana generasi muda cenderung kurang melirik produk tradisional Indonesia. “Waktu itu kita brainstorming, kira-kira masalah apa yang bisa kita pecahkan. Dari situ, muncul ide membuat produk fashion yang memadukan unsur tradisional dengan gaya modern,” cerita Deni, sebagai CEO dari Mouda..
Mereka menyadari, produk-produk tradisional seringkali kalah bersaing dengan merek luar negeri karena model yang kurang stylish dan harga yang tidak kompetitif. Di sinilah Mouda mengambil peran. Mereka memutuskan untuk membuat produk mode modern seperti obi belt dan outer berbahan kain tradisional yang didesain lebih menarik namun tetap terjangkau.
Membangun bisnis tidak lepas dari tantangan. Salah satu hambatan terbesar yang mereka hadapi adalah menemukan cara untuk membuat desain yang benar-benar berbeda dan menarik bagi pasar. Selain itu, proses pemasaran juga menjadi tantangan tersendiri. Namun, tim Mouda memiliki strategi yang cerdas untuk menjawab tantangan ini.
“Kami sering mengikuti bazar, seperti TEDx IPB dan IPB Job Fair, untuk memperkenalkan produk kami secara langsung ke calon pelanggan. Selain itu, kami juga aktif memanfaatkan media sosial seperti Instagram dan TikTok Shop untuk menjangkau pasar yang lebih luas,” jelas Raeka, selaku Chief Relation Officer (CRO) Mouda.
Tidak hanya itu, Mouda juga bekerja sama dengan event organizer untuk memastikan produk mereka dapat dilihat oleh audiens yang lebih besar. Mereka percaya bahwa kolaborasi adalah kunci untuk memajukan bisnis mereka.
Produk yang Menggugah Minat
Dua produk unggulan Mouda adalah obi belt dan outer berbahan kain batik dyang memiliki sentuhan modern. Obi belt mereka berhasil mencuri perhatian banyak konsumen karena desainnya yang stylish namun tetap memiliki unsur budaya. Outer mereka pun menjadi pilihan favorit, terutama di kalangan Gen Z yang ingin tampil beda.
Harga produk Mouda juga cukup bersahabat. Outer semua dibanderol dengan harga Rp 60.000 dan obi belt dibanderol mulai dari Rp 60.000 hingga Rp 75.000 ini tergantung variasi dan desainnya “Obi Belt ini spesial karena kami memadukan gaya kekinian dengan unsur tradisional. Desainnya unik dan bisa disesuaikan sesuai keinginan pelanggan,” jelas Deni.
Tidak hanya itu, Mauda juga bekerja sama dengan event organizer untuk memastikan produk mereka dapat dilihat oleh audiens yang lebih besar. Mereka percaya bahwa kolaborasi adalah kunci untuk memajukan bisnis mereka.
“Kami juga menerima pesanan khusus untuk konsumen yang ingin desain khusus. Misalnya, ada pelanggan dari organisasi kampus yang meminta desain khusus untuk acara mereka. Itu jadi tantangan yang seru buat kami,” kata Deni.
Dukungan untuk Pengrajin Lokal
Salah satu misi utama Mouda adalah membantu pengrajin batik lokal. Dalam setiap produksinya, mereka selalu menggunakan bahan yang diambil langsung dari pengrajin lokal. Dengan cara ini, Mouda tidak hanya menciptakan produk yang berkualitas tetapi juga memberikan dampak positif bagi perekonomian lokal. “Kami ingin memastikan bahwa bisnis ini tidak hanya menguntungkan bagi kami, tetapi juga bagi pengrajin yang menjadi mitra kami,” ungkap Deni.
Harapan ke Depan
Tim Mouda memiliki visi besar untuk masa depan. Mereka ingin terus berinovasi dalam menciptakan produk yang unik dan relevan. “Kami berharap bisa terus tumbuh dan bekerja sama dengan lebih banyak pihak untuk memperluas jangkauan pasar kami,” ujar Deni. Mereka juga berharap bisa membantu lebih banyak pengrajin lokal dengan menciptakan permintaan yang stabil untuk bahan-bahan tradisional.
Kisah Mouda adalah bukti bahwa kreativitas dan kerja keras dapat membawa kesuksesan. Mereka memulai dengan ide sederhana, yakni mengatasi kurangnya minat terhadap produk tradisional, dan berhasil menciptakan sesuatu yang tidak hanya memiliki nilai komersial tetapi juga berdampak sosial. Inovasi, kolaborasi, dan semangat untuk melestarikan budaya lokal dapat menjadi fondasi kuat untuk membangun bisnis yang berkelanjutan. Jadi, apakah Anda siap untuk memulai perjalanan bisnis Anda?
REPORTER : VINI PUTRI




