Menteri UMKM Akan Panggil Dirut BRI Bahas Penghapusan Kredit Macet

Menteri UMKM Maman Abdurahman di Kantor Kemenaker, Jakarta, Selasa (25/3/2025). (Foto : Dok. Kompas.com)

Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurahman menegaskan komitmen pemerintah dalam mempercepat penghapusan kredit macet UMKM. Untuk merealisasikan hal tersebut, Kementerian UMKM akan mengundang Direktur Utama Bank Rakyat Indonesia (BRI) yang baru dilantik, Hery Gunardi, guna membahas strategi akselerasi program ini. Pertemuan direncanakan berlangsung setelah perayaan Idulfitri 2025.

“Kemarin sudah selesai RUPS BRI, jadi tinggal kita percepat prosesnya. Setelah Lebaran nanti kita panggil dan tindak lanjuti bersama jajaran direksi baru BRI,” ujar Maman di Kantor Kementerian Ketenagakerjaan, Jakarta, Selasa (25/3/2025).

Dalam pertemuan tersebut, pemerintah dan manajemen BRI akan menetapkan target baru untuk mempercepat penghapusan kredit bermasalah UMKM sepanjang 2025. Setelah kesepakatan final dicapai, hasilnya akan diumumkan kepada publik.

“Sekarang belum bisa saya pastikan target akhirnya. Kita tunggu setelah Lebaran, begitu struktur baru di BRI selesai dikonsolidasikan. Setelah itu akan ada konferensi pers resmi,” tambahnya.

Kredit Macet UMKM Baru Terhapus di Bawah 50 Persen

Maman juga mengungkapkan bahwa hingga saat ini, penghapusan kredit macet UMKM belum mencapai 50 persen dari total yang ditargetkan pemerintah. Pemerintah sebelumnya menargetkan penghapusan kredit macet bagi 67.000 UMKM pada tahap awal.

“Prosesnya masih berjalan, tetapi belum sampai 50 persen,” kata Maman dalam keterangannya, Selasa (4/3/2025).

Salah satu faktor yang menyebabkan lambatnya progres adalah agenda Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) di bank-bank BUMN yang baru selesai digelar. Menurut Maman, proses internal perbankan ini mempengaruhi pengalokasian anggaran untuk program penghapusan kredit macet.

“Setiap bank punya mekanisme tersendiri. Ada yang baru menggelar RUPS di akhir bulan, ada juga yang awal bulan. Jadi memang ada faktor teknis yang mempengaruhi progresnya,” jelasnya.

Berdasarkan data Kementerian UMKM per 17 Januari 2025, lebih dari 10.000 UMKM telah mendapatkan penghapusan kredit macet. Sementara itu, sisa piutang yang belum dihapus akan terus diupayakan hingga Maret 2025.

Dengan adanya pertemuan antara Kementerian UMKM dan jajaran direksi baru BRI pasca-Lebaran, diharapkan percepatan penghapusan kredit macet UMKM dapat segera direalisasikan.

Dilansir dari kompas.com