
Di bahu sebelah kiri Jalan Achmad Adnawijaya tepatnya di Kampung Ceger, Tegal Gundil, Bogor Utara, Kota Bogor terdapat sebuah gerobak yang cukup mencuri perhatian karena berwarna jingga.
Gerobak tersebut digunakan oleh Azis (40) untuk berjualan soto ayam surabaya dan nasi bebek madura yang cukup terkenal akan rasanya yang memanjakan lidah.
Rasa tersebut Azis ciptakan dengan memadukan rempah pilihan yang diolah sedemikian rupa menjadi bumbu hitam madura. Sehingga mampu mengeluarkan rasa gurih dan pedas yang begitu luar biasa pecah saat masuk dalam mulut.
Tak ketinggalan soto ayam surabayanya, kalian akan dikejutkan oleh rasa kuah yang segar dan gurih. Hal itu menjelaskan kepada penikmatnya bahwa bumbu yang digunakan bukan sembarangan, melainkan bumbu pilihan yang diolah dengan pengalaman sehingga bisa menghasilkan rasa yang maksimal.
Azis mengatakan, ia menekuni usaha ini sejak tahun 2014 yang mangkal di sekitaran Taman Curat-Coret, kala itu taman tersebut belum dibangun. Akhirnya ia terpaksa pindah tempat, karena pembangunan taman baru dimulai.
“Saya usaha sudah 9 tahun lah kurang-lebih, mulai tahun 2014an. Awalnya saya mengkal di sana (Taman Curat-Coret), karena taman waktu itu baru dibangun jadi saya pindah ke sini,” katanya kepada Temumkm.com, (27/01/25).
Azis menuturkan ia tidak bisa menentukan berapa porsi yang terjual dalam satu hari berjualan. Namun jika seluruh dagangannya habis terjual, ia bisa mengumpulkan uang sebesar Rp 1,5 juta.
“Kalau saya ga bisa nentuin sehari itu habis berapa porsi soto ayam atau bebek madura. Tapi kalo habis, kadang-kadang saya bawa pulang yang Rp 1,5 juta itu kalau lagi bagus,” katanya.
Menurut Azis dalam dunia bisnis jalan tidak selalu mulus, ada kalanya harus ihklas pulang dengan membawa dagangan yang masih banyak.
“Itu bagusnya segitu. Jeleknya kalau lagi sepi banget paling saya bawa pualng uang Rp 700 ribu bahkan Rp 400 ribu,” terangnya.
Untuk mendapatkan satu porsi nasi bebek madura itu perlu merogoh kocek sebesar Rp 20 ribu, sedangkan untuk soto ayam surabaya Rp 15 ribu. Azis mengatakan, ia mulai menggelar dagangannya di lokasi tersebut mulai pukul 07.00 WIB hingga tutup pukul 15.00 WIB.
”Tapi kalau lagi bagus, banyak yang beli dan dagangan habis itu jam 1 juga udah lupang,” tandasnya.
Reporter Temumkm : Syahrul Himawan




