
Di pinggir Jalan Brigjen Saptadji Hadiprawira, tepatnya di depan ruko Kopi Kenangan, aroma kaldu sapi yang gurih menguar dari sebuah gerobak berwarna putih dan biru yang sederhana bertuliskan “Bakso Adit.” Di balik gerobak itu, seorang pria berkacamata bernama Aditiya, atau akrab disapa Adit, tengah sibuk melayani pelanggan dengan senyum ramah. Usahanya yang kini berjalan selama tujuh tahun menjadi bukti nyata bahwa kesuksesan bisa dicapai dengan ketekunan, kerja keras, dan keberanian untuk mengambil langkah besar.
Tidak ada yang menduga bahwa Adit, yang dulunya hanya seorang karyawan penggilingan bakso, kini mampu membangun usahanya sendiri. Semuanya bermula dari sebuah pengalaman sederhana. “Saya dulu ikut teman yang jualan bakso Malang di Jawa. Tinggal di sana selama dua tahun, sambil bantu jualan dan jadi kepercayaan bos,” kenang Adit.
Dua tahun bekerja, ia belajar banyak hal tentang bisnis bakso, mulai dari memilih bahan berkualitas, membuat adonan, hingga melayani pelanggan. Saat usaha bakso Malang itu sukses, Adit dan temannya pindah ke Sawangan, Depok, untuk membuka cabang baru. Selama empat tahun, Adit mengabdikan diri hingga akhirnya sang bos memberinya nasihat yang mengubah hidupnya.
“Bos bilang, ‘Udah, kamu coba usaha sendiri aja. Kamu sudah bisa.’ Dari situ saya mulai berani buat jualan sendiri,” ujar Adit dengan nada penuh syukur.
Membangun dari Nol
Awalnya, Adit berjualan dengan cara mangkal di depan RSUD. Dengan modal seadanya, ia mulai menawarkan bakso buatannya kepada pelanggan. Tidak mudah di awal, tapi ia tetap gigih menjalani hari-harinya. “Alhamdulillah, dari awalnya hanya beberapa pelanggan, sekarang banyak yang berlangganan,” katanya.
Setahun lalu, Adit memutuskan untuk pindah lokasi ke depan ruko Kopi Kenangan di Jalan Brigjen Saptadji Hadiprawira. Lokasi yang lebih strategis ini memberikan kesempatan untuk menjangkau lebih banyak pelanggan, mulai dari pejalan kaki hingga pengendara motor yang mampir ke bersinggungan bakso buatannya.
Meski mengaku bingung saat ditanya keunikan produknya, Aditiya akhirnya menjelaskan apa yang membuat baksonya spesial. “Menurut pelanggan, kuah kaldunya gurih dan pas. Ada tetelannya banyak, dan baksonya variannya lengkap,” ungkapnya.
Bakso Adit menawarkan empat jenis bakso: bakso telur, bakso daging, bakso urat, dan bakso halus. Pelengkapnya pun cukup lengkap, mulai dari mie kuning, soun, kwetiau, hingga sayuran. Dengan harga yang ramah di kantong, yaitu Rp10.000 hingga Rp15.000 per porsi, Baso Adit menjadi pilihan favorit bagi semua kalangan.
Uniknya, usaha ini dijalankan tanpa karyawan. Semua proses, mulai dari pembuatan adonan hingga melayani pelanggan, dilakukan Adit sendiri dengan bantuan istrinya. “Istri saya yang membantu membuat bakso di rumah. Kalau di gerobak ya saya sendiri,” katanya. Meski tanpa bantuan banyak tangan, semangat Adit tak pernah surut.
Dalam hal pemasaran, Adit mengandalkan cara tradisional. “Biasanya saya mangkal aja sih. Ada juga pelanggan yang meminta nomor WhatsApp buat pesan,” ujar Adit. Meski terkesan sederhana, pendekatan ini cukup efektif untuk menjaga hubungan baik dengan pelanggan setianya.
Namun, Adit tidak menutup kemungkinan untuk mencoba metode baru di masa depan. Ia ingin usahanya semakin dikenal dan menjangkau lebih banyak pelanggan.
Tantangan dan Harapan
Tentu saja, perjalanan ini tidak selalu mudah. “Kadang suka mikir, pengen punya tempat sendiri biar pelanggan bisa makan dengan nyaman, nggak harus ngemper gini,” ungkap Adit. Selain itu, ia juga berharap usahanya semakin sukses sehingga bisa membuka peluang kerja bagi orang lain.
Meski menghadapi banyak tantangan, Adit tetap berpegang pada prinsip kerja keras dan ketekunan. “Yang penting terus berusaha, rezeki pasti ada,” katanya penuh keyakinan.
Kisah Adit adalah bukti bahwa keberanian untuk memulai sesuatu dari nol bisa membawa perubahan besar. Dari seorang karyawan yang bekerja di bawah Arahan orang lain, ia berhasil menjadi pengusaha mandiri yang tak hanya menghidupi keluarganya, tetapi juga memberikan inspirasi bagi orang-orang di sekitarnya.
Bagi Anda yang ingin memenuhi bakso lezat dengan harga terjangkau, jangan lupa mampir ke Bakso Adit di depan ruko Kopi Kenangan, Jalan Brigjen Saptadji Hadiprawira, Cilendek Baru. Anda tidak hanya akan menikmati rasa bakso yang gurih dan autentik, tetapi juga merasakan semangat perjuangan yang dituangkan dalam setiap mangkuknya.
Reporter Temumkm : Vini Putri




