Rutin Posting Testimoni Pelanggan: Cara Ampuh Sweet Mommy Az Jual Makan Penutup

Sweet Mommy Az, sebuah usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang didirikan oleh Rahmah Fakhirah, berhasil mencuri perhatian pasar dengan inovasi brownies cheese cake yang unik.

Berawal dari iseng mencoba resep yang dilihat di Instagram, Rahmah mulai membuat brownies dengan topping cheese cake yang kemudian dibagikan kepada teman-temannya.

Teman-teman Rahmah merespon positif kue buatannya itu. Atas respon tersebut ia merasa didorong untuk mulai menjual kue brownies cheese cake secara masal. Sehingga pada bulan Juli tahun 2024, Sweet Mommy Az resmi berdiri. Saat ini, produksi dilakukan langsung di dapur rumah Rahmah yang berlokasi di Kota Wisata Cibubur, Bogor.

“Awalnya recook postingan yang ada di Instagram, coba kasih hasilnya ke teman, sampai pada akhirnya banyak yang pesan. Dan mulai dijadikan ide usaha pada bulan Juli 2024.” Ungkap Rahma Fakhirah pada Temumkm.com, (18/02/2025).

Nama ‘Sweet Mommy Az’ dipilih berdasarkan makanan yang dijual merupakan hidangan penutup berasa manis atau dalam bahasa Inggris ‘Sweet’.

‘Sweet Mommy Az’ dalam memenuhi permintaan pelanggannya memberlakukan skema pre-order. Sedangkan pelanggan bisa memesan brownies topping cheese cake dengan berbagai ukuran loyang. Dan soft cookies yang tak kalah lezat.

Target pasar utama dari ‘Sweet Mommy Az’ adalah anak muda dan ibu rumah tangga yang gemar dengan camilan. Keunikan dari produk ini terletak pada penyajiannya yaitu dijajaka pada kemasan berwarna silver. Untuk menikmati kelezatan brownies topping cheesecake yang sedang viral ini, pelanggan hanya perlu merogoh kocek sebesar Rp35.000 untuk 2 buah brownies.

“Setiap brownies cheese cake dan soft cookies yang kami buat adalah fresh homemade by order, dibuat dengan bahan-bahan berkualitas untuk menjaga rasa terbaik,” tegasnya.

Tak heran jika dengan prinsip fresh homemade by order dan menggunakan bahan-bahan premium, ’Sweet Mommy Az’ banyak digemari oleh para pecinta dessert. Dedikasi menjual produk berkualitas ini terbukti membuahkan hasil, Rahma berhasil meraup omzet dalam satu bulan sebesar Rp2,5 juta hingga Rp4 juta.

“Omzet dalam sebulan tersebut kalau kami rajin tiap minggu buka Pre-order. Karna masih dikerjakan semuanya sendiri, harus atur waktu juga untuk anak dan keluarga.” Ungkap Rahma.

Rahmah enggan mempekerjakan orang lain untuk membantunya memenuhi pesanan. Ia khawatir produk yang dihasilkan nanti tidak sesuai dengan yang diharapkan dan bahkan menurunkan kualitas.

Menurut Rahmah, metode pemasaran yang paling efektif untuk ‘Sweet Mommy Az’ adalah dengan aktif di media sosial yang berisi konten soal testimoni pelanggan. Testimoni pelanggan yang positif menjadi senjata ampuh dalam menarik pelanggan baru. Halnya membagikan ulasan dan foto dari pelanggan yang puas akan produknya, dan pelanggan yang menunjukkan kualitas dan kelezatan produk. Dengan cara ini, ia berhasil membangun komunitas online yang aktif dan antusias.

Selain itu, promosi konvensional dari mulut ke mulut serta hadir dalam berbagai bazaar offline masih relevan dilakukan untuk mendapatkan pangsa pasar baru.

Meskipun begitu saat ini ‘Sweet Mommy Az’ dihadapi kendala, Rahmah kerap kali tidak bisa memenuhi permintaan seluruh pelanggan saat pesanan membeludak karena keterbatasan mesin pengolahan.

“Terutama dalam hal waktu produksi, khususnya pada proses pemanggangan. Oleh karena itu, kebutuhan utama saat ini adalah penambahan oven untuk meningkatkan kapasitas produksi,” pungkasnya.

REPORTER: Restu Wahyu