
Pemerintah terus berkomitmen dalam mendukung pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebagai bagian dari strategi pemerataan ekonomi nasional. Salah satu langkah konkret yang akan dilakukan adalah menyelenggarakan Sempurna Expo 2025, yang akan berlangsung pada 11-13 September 2025. Program ini menjadi bagian dari inisiatif Semarak Pemberdayaan UMKM Nusantara atau Sempurna Untuk Indonesia. Yang berlandaskan pada visi Presiden Prabowo Subianto dalam mendorong kewirausahaan, industri kreatif, dan penguatan UMKM.
Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Kemenko PM) dengan PR Greenlite Kreasi Abadi, PT Ucoach Djivasrana Grahasada, serta Smart Business Coach. Menko PM, Muhaimin Iskandar, menegaskan bahwa Sempurna Untuk Indonesia bukan hanya sekadar pameran, tetapi juga merupakan strategi besar untuk meningkatkan kelas UMKM, agar dapat lebih berperan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang ditargetkan mencapai 8 persen.
“Kami sangat bersyukur kepada semua pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan Sempurna Expo 2025, yang merupakan ekosistem pemberdayaan sampai pada tingkat pameran, yang puncaknya akan diselenggarakan pada 11-13 September 2025,” ujar Muhaimin dalam acara peluncuran program ini di Gedung Heritage Kemenko PM Jakarta, Selasa (18/3/2025).
Muhaimin juga berharap bahwa, konsep ekosistem pemberdayaan yang diusung dalam Sempurna Expo 2025 dapat menjadi model bagi pihak lain yang ingin menggelar kegiatan serupa. “Jadi bukan hanya sekadar pameran, tapi pameran itu harus membentuk suatu ekosistem pemberdayaan yang bisa memberikan nilai tambah bagi para UMKM yang terlibat, dan menjadi bagian integral dari kekuatan ekonomi nasional kita,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa pihaknya siap memberikan dukungan penuh kepada masyarakat yang ingin ikut serta dalam proses pemberdayaan ini. Program Sempurna Untuk Indonesia 2025 sendiri ditargetkan akan diikuti oleh 3.000 UMKM dari 10 kota di Jawa dan Bali, yang nantinya akan diseleksi dalam proses inkubasi.
Proses Inkubasi untuk UMKM Terpilih
Project Director Sempurna Untuk Indonesia, Susi Nurliah, menjelaskan bahwa program ini akan melalui tahapan inkubasi selama lima bulan. Dari total 3.000 UMKM yang mendaftar, akan dipilih 300 peserta terbaik yang berhak mengikuti berbagai kegiatan, seperti pameran, klinik bisnis, seminar, business matching, dan penghargaan.
“Kami bersyukur ada empat kementerian, yakni Kemenko PM, Kemenko Pangan, Kementerian UMKM, dan Kementerian Perdagangan yang secara resmi telah mendukung kegiatan kami. Semoga dukungan ini dapat kami manfaatkan dengan baik dalam rangka turut serta mendukung pemberdayaan masyarakat dan membangun perekonomian Indonesia,” ungkap Susi.
Program ini memiliki tujuan utama untuk membantu UMKM naik kelas, dari usaha skala kecil menjadi lebih besar, serta membangun ekosistem bisnis yang lebih berkelanjutan. Menurut Susi, pelaku UMKM perlu beradaptasi agar tidak sekadar menjual produk, tetapi juga mampu merespons kebutuhan pasar.
“Misalnya, awalnya mereka hanya bisa menjual kacang, dengan adanya pemberdayaan ini, para pelaku UMKM akan bisa meningkatkan produksinya, bisa mengajak warga sekitarnya untuk mulai berwirausaha, sehingga bisa terbentuk suatu ekosistem dari hulu ke hilir,” jelasnya.
Lebih lanjut, Susi menekankan bahwa program ini tidak hanya berfokus pada pelatihan atau pameran semata, tetapi juga mencakup seluruh aspek yang dibutuhkan oleh UMKM untuk berkembang. “Kegiatan ini akan menjadi program lengkap dalam memberdayakan UMKM. Kita gabungkan semuanya. Karena UMKM itu tidak hanya butuh pelatihan saja, pameran saja, tapi membutuhkan semuanya. Itulah yang kita sediakan dalam program Sempurna Untuk Indonesia,” pungkasnya.
Dengan konsep pemberdayaan menyeluruh yang diusung, Sempurna Expo 2025 diharapkan dapat menjadi langkah konkret dalam mempercepat pertumbuhan UMKM di Indonesia, sehingga mampu berkontribusi dalam pencapaian target pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen.
Dilansir Rabu, 19 Maret 2025 – Liputan6.com)




