Bawang Goreng Afza: Dari Usaha Kecil ke Pasar Digital

Bawang goreng disukai banyak orang. Kesadaran itu mendorong Fahrudin dan Ari Suprihatin merintis UMKM Bawang Goreng Afza.

Bawang merah adalah kondimen penting. Digoreng, aromanya lebih sedap dan gurih. Hal ini melahirkan Bawang Goreng Afza.

“Kami mulai produksi delapan tahun lalu. Nama Afza diambil dari nama anak kami, Afdal dan Zaki,” ujar Fahrudin (06/02/2025).

Awalnya, mereka memproduksi satu kilogram. Produk dititipkan di warung sekitar rumah. Tak disangka, banyak yang menyukai.

Melihat respons positif, produksi ditingkatkan. Kini, sekali produksi mencapai 25 kilogram. Permintaan terus meningkat.

“Seminggu tiga kali produksi. Kami pakai bawang Brebes karena kualitasnya lebih baik,” jelas Fahrudin (06/02/2025).

Pemasaran Bawang Goreng Afza meluas. Setelah sukses lokal, kini hadir di Tokopedia dan Blibli.

“Pemasaran kami fokus offline dan online. Pembelian langsung, lewat reseller, dan marketplace,” tambahnya (06/02/2025).

Harga jadi faktor penting. Afza hadir dengan harga kompetitif, sesuai kualitasnya.

“Kami pakai bawang pilihan. Diproses tradisional, tanpa campuran, tetap renyah dan tahan lama,” jelas Fahrudin kepada Temumkm (06/02/2025).

Konsumen percaya Afza karena kualitasnya. Tanpa bahan tambahan, tetap renyah dan tahan lama. Produk ini jadi pilihan utama.

Afza hadir dalam kemasan praktis dan ekonomis. Tersedia ukuran 90 gram seharga Rp 25.000,- dan 140 gram Rp 35.000,-.

Kenaikan harga bawang merah menjadi tantangan. Bawang merah adalah bahan utama, harganya memengaruhi biaya produksi.

“Kendalanya harga bahan baku naik. Kadang tak terduga, tapi produksi tetap jalan,” ujar Fahrudin (06/02/2025).

Awalnya, produksi dilakukan keluarga. Kini, usaha berkembang, membuka lapangan pekerjaan bagi tetangga.

“Kami dibantu tetangga kanan-kiri. Ada rasa persaudaraan dalam produksi,” kata Fahrudin.

Afza tak sekadar membuka pekerjaan. Mereka menciptakan lingkungan kerja nyaman dan kekeluargaan.

Lingkungan positif berdampak baik. Karyawan bekerja teliti, mulai dari bahan baku hingga pengemasan.

Afza kini legal dan bersertifikat. Dengan Halal MUI dan PIRT, mereka menjamin kualitas, rasa, dan keamanan produk.

Semua tahapan berstandar tinggi. Hasilnya, bawang goreng tetap renyah, gurih, dan tahan lama.

REPORTER: Restu Wahyu