Semua berawal dari hijab pertama. Itulah langkah kecil yang membawa Agnes ke perjalanan tak terduga dari seorang karyawan marketing hingga sukses membangun bisnis hijab dengan brand Kean Signature. Nama ini mungkin sudah tak asing lagi bagi para pecinta fashion modest di Bogor, khususnya yang mencari produk hijab nyaman, stylish, dan tetap terjangkau. Namun, siapa sangka semua ini bermula dari keinginan sederhana: mencari hijab yang nyaman untuk diri sendiri.
“Aku dulu kerja di sebuah perusahaan,” cerita Agnes, mengenang awal mula perjalanannya. Saat itu, ia belum mengenakan hijab. Namun karena tuntutan pekerjaan yang menuntutnya sering bertemu ustaz dan komunitas syariah, ia harus mulai mengenakan hijab setiap kali menjalankan tugasnya. “Awalnya aku cuma pakai pas butuh aja. Bahkan di mobil, hijabnya aku taruh di kursi, terus aku pake pas turun,” ujarnya sambil tertawa.
Namun, mengenakan hijab di awal memang tidak mudah. Agnes merasa sering kurang nyaman dengan hijab yang ia pakai, sehingga sesekali dilepas saat tak diperlukan. Hingga suatu hari, ia mencoba hijab yang lebih nyaman. “Tapi masalahnya, hijab yang nyaman itu harganya mahal banget. Aku mikir, gimana caranya biar aku bisa dapat hijab nyaman tapi lebih hemat,” kata Agnes.
Hijab Pertama Buatan Sendiri
Berbekal rasa penasaran, Agnes memutuskan pergi ke Bandung, pusat kain terbesar di Jawa Barat. Ia membawa contoh hijab yang ia suka dan bertanya langsung kepada penjual kain. “Aku bilang ke tukang kain, ‘Pak, saya mau cari kain kayak gini,’” cerita Agnes. Dari situ, ia berhasil menemukan kain yang mirip dengan harga jauh lebih terjangkau.
Karena harga kain tersebut lebih murah dibanding hijab jadi, Agnes berpikir, kenapa tidak beli kain dalam jumlah lebih banyak? “Waktu itu aku mikir, kalau gak ada yang mau beli, yaudah aku pakai sendiri. Kan gak rugi juga,” katanya santai. Ternyata, hijab hasil buatannya menarik perhatian teman-teman di kantor. Mereka mulai bertanya dan ingin membeli.
“Aku jelasin ke mereka kalau hijab ini nyaman banget, bikin aku gak dilepas-lepas lagi. Akhirnya mereka tertarik dan minta dibuatkan juga. Dari situ, keterusan deh sampai sekarang,” katanya dengan senyum penuh kenangan.
Keputusan Besar: Resign dan Fokus pada Kean Signature
Pada akhir 2019, Agnes menghadapi persimpangan besar dalam hidupnya. Ia harus memilih antara tetap bekerja di kantornya atau fokus membangun bisnis hijab yang mulai berkembang. Setelah banyak pertimbangan, Agnes memutuskan untuk resign dari pekerjaannya dan sepenuhnya menekuni bisnis Kean Signature.
Desember 2019 menjadi awal baru bagi Agnes. Ia membuka gerai pertama di Lippo Plaza Ekalokasi. Sebelumnya, ia sempat mengikuti beberapa bazar dan menitipkan produknya di FX Jakarta. “Tapi pas beneran buka sendiri, rasanya beda banget. Lebih puas dan lebih semangat,” kata Agnes.
Namun, tantangan besar muncul di awal 2020. Pandemi COVID-19 menghantam, membuat semua pusat perbelanjaan tutup sementara. Situasi ini memaksa Agnes mengubah strategi dari penjualan offline menjadi online. “Jujur, pandemi itu malah seru banget! Orang-orang gak bisa keluar rumah, tapi mereka tetep pengen belanja. Jadi, online shop justru rame banget,” kenangnya.
Kean Signature: Filosofi dan Cinta untuk Keluarga
Nama Kean Signature ternyata punya cerita mendalam. “Aku ambil dari nama anakku, Keanu,” kata Agnes. Karena ia tidak punya anak perempuan, ia ingin tetap memasukkan nama anaknya sebagai bagian dari brand. “Keanu aku ubah sedikit jadi Kean, biar lebih netral,” katanya. Nama ini juga melambangkan niat awalnya untuk fokus pada keluarga dan bisa lebih dekat dengan anak-anaknya.
Filosofi Kean Signature sendiri sederhana yaitu ingin menampilkan produk yang nyaman, trendy, dan eksklusif. Agnes selalu memastikan produknya nyaman dipakai. “Aku ngerasain banget gimana susahnya cari hijab yang nyaman, terutama buat yang baru mulai berhijab. Jadi, produkku harus bikin orang betah pakai,” jelasnya.
Selain hijab, kini Kean Signature juga merambah ke fashion muslim lainnya seperti mukena, pakaian kasual, hingga busana lebaran. Bahkan, Agnes sedang mempersiapkan koleksi baju keluarga, yang memudahkan ibu-ibu untuk tampil serasi dengan anak-anak mereka.
Ekspansi dan Tantangan Membuka Cabang Baru
Setelah sukses dengan outlet pertama, Kean Signature kini sudah membuka beberapa cabang di berbagai kota. Namun, ekspansi ini tentu tidak mudah. “Buka cabang itu seru, tapi berat. Selain soal biaya, kita juga harus meyakinkan pihak mall kalau brand kita bisa memberikan value,” jelasnya.
Tantangan lain datang dari mengelola banyak karyawan dan menjaga kualitas produk tetap konsisten. “Sekarang kita udah punya konveksi sendiri untuk baju. Jadi semua produksi kita kelola sendiri biar lebih terkontrol,” tambahnya.
Untuk strategi pemasaran, Agnes mengandalkan media sosial, marketplace, hingga live sale di TikTok dan Shopee. Setiap cabang Kean Signature bahkan memiliki jadwal live sendiri. “Social media tuh wajib banget sekarang. Kita juga sering ikut bazar kayak Hijab Fest di Bandung,” katanya.
Mimpi yang Tak Berhenti
Meski perjalanan membangun Kean Signature penuh tantangan, Agnes tetap optimis dan terus bermimpi besar. Ia ingin Kean Signature bisa menjadi brand fashion muslim yang lebih dikenal luas. “Yang penting kita jalanin aja dulu. Aku percaya kalau niatnya baik, pasti akan ada jalan,” katanya menutup cerita.
Bagi Agnes, Kean Signature bukan hanya soal bisnis. Ini adalah bagian dari perjalanan hidupnya kisah tentang keberanian mengambil langkah besar, beradaptasi dengan tantangan, dan tetap setia pada tujuan awal: menciptakan produk yang nyaman dan bisa membawa keberkahan bagi banyak orang.




