Bisnis Sepatu Rajut Handmade: Dari Hobi Jadi Peluang Untung Besar

Sepatu Pingwen Handcraft, bisnis kriya yang didirikan oleh Budi Lestari.

Budi Lestari, pemilik Pingwen Handcraft, memulai bisnis sepatu rajut handmade karena kesulitan menemukan ukuran yang pas. Berbekal keterampilan merajut, ia membuat sepatu sendiri, yang kemudian menarik minat banyak orang. Sejak 2017, ia fokus mengembangkan bisnis ini dan menghadirkan produk rajut berkualitas untuk pasar yang lebih luas.

“Kalo ngerajut udah lama, waktu masih kerja juga pernah bikin tas dari manik-manik. Mulai menekuni rajut karena kesulitan mencari sepatu size besar untuk perempuan. Kebetulan saya bisa rajut kenapa ga bikin sendiri. Ternyata waktu dipake ada yang liat dan suka, mereka mau minta dibuatkan juga. Akhirnya tahun 2017 mulai menekuni usaha ini,” ujar Budi pada Temumkm.com

Pingwen Handcraft: Brand Sepatu Rajut Handmade & Amigurumi Berkualitas

Nama Pingwen Handcraft berasal dari bahasa Mandarin yang berarti “sukses”, mencerminkan visi bisnisnya. Selain sepatu rajut handmade, Pingwen juga menawarkan berbagai produk kerajinan tangan, seperti tas, gantungan kunci, bandana, dan home decor berbahan rajut. Dalam tiga tahun terakhir, Budi Lestari semakin fokus mengembangkan amigurumi, boneka rajut khas Jepang yang semakin diminati pasar.

Harga Produk Pingwen Handcraft Mulai Rp5 Ribu, Pengerjaan Bisa Hingga 7 Bulan

Produk Pingwen Handcraft, termasuk sepatu rajut handmade, tas, dan amigurumi, dijual dengan harga beragam, mulai dari Rp5 ribu hingga Rp2 juta, tergantung jenis dan tingkat kerumitan. Beberapa produk membutuhkan proses pengerjaan yang lebih lama, bahkan bisa mencapai tujuh bulan untuk menyelesaikan pesanan khusus.

Bahan baku, Budi didapatkan baik secara offline maupun online. Ia menggunakan benang polyester dalam pembuatan sepatu, dan bahan katun untuk produk yang bersentuhan dengan badan seperti bed cover. 

Strategi Pemasaran Pingwen Handcraft: Digital & Bazar untuk Menjangkau Lebih Banyak Pelanggan

Budi Lestari memanfaatkan strategi pemasaran digital melalui Instagram serta aktif mengikuti bazar UMKM untuk meningkatkan penjualan. Ia juga menerapkan strategi bundling, misalnya dengan memberikan gantungan kunci gratis dalam pembelian tas tanpa menaikkan harga. Jika stok mulai menipis, ia menawarkan diskon khusus untuk menarik lebih banyak pelanggan.

Di tengah persaingan industri kreatif ini, Budi mengaku tidak pernah menganggap perajin lain sebagai pesaing. 

“Saya tidak pernah menganggap sesama saya itu pesaing, karena kalo ada orderan banyak saya akan membutuhkan mereka daripada harus merekrut karyawan,” ujarnya. 

Demi meningkatkan keterampilannya, ia aktif mengikuti pelatihan dari dinas maupun workshop berbayar.

Meski omzet bisnisnya sedang turun dan berkisar di angka Rp1.000.000 per bulan, Budi tetap optimis. Ia berharap industri kreatif di Indonesia bisa terus berkembang dan memberikan peluang bagi lebih banyak perajin lokal untuk dikenal luas.

Pingwen Handcraft menghadirkan sepatu rajut handmade, tas, dan amigurumi berkualitas dengan harga mulai Rp5 ribu hingga Rp2 juta. Mengandalkan strategi digital dan bazar, brand ini terus berkembang di industri kreatif. Dukung produk lokal dan temukan koleksi eksklusifnya! (SH)