Talas Kukus Ketan Wangi, Kuliner Khas Bogor dengan Cita Rasa Autentik

Bogor merupakan salah satu daerah yang kaya akan makanan khas dengan berbagai bahan dasar, menciptakan cita rasa unik dan lezat. Salah satu bahan yang banyak digunakan adalah buah talas. Talas dapat diolah menjadi berbagai makanan khas Bogor yang menggugah selera.

Di Jalan Pandu Raya, Tegal Gundil, Bogor Utara, Kota Bogor, tepat di dekat Masjid Raya Al Muttaqin. Terdapat sebuah gerobak berwarna coklat yang khas dengan buah talas tergantung di bagian depan. Gerobak ini milik Dimas, seorang pemuda yang berusaha keras menjajakan olahan talas bernama Seupan Taleus Ketan Wangi demi mewujudkan impiannya menjadi pengusaha sukses.

Setiap pukul 06.30 WIB, Dimas mendorong gerobaknya sejauh 300 meter menuju lokasi dagangnya. Sebelum itu, ia harus bangun lebih awal, sekitar pukul 04.00 WIB, untuk menyiapkan bahan-bahan. Pertama, ia memotong talas berbentuk persegi panjang, kemudian menyiapkan pelengkap seperti parutan gula merah, parutan kelapa, keju, dan kental manis. Semua bahan ini ditempatkan dalam wadah khusus dan disusun rapi di atas gerobaknya.

Rutinitas ini telah ia jalani selama tiga tahun terakhir dalam berjualan talas kukus yang terkenal dengan cita rasa gurih, manis, dan teksturnya yang khas.

“Sudah usaha ini ada tiga tahunan. Ya suka duka saya jalani sih tidak masalah. Karena saya punya mimpi pengen bikin usaha lebih maju,” katanya kepada Temumkm.com (01/02/2025).

Dimas memberanikan diri terjun ke bisnis ini setelah mendapatkan ilmu mengolah talas dari saudaranya, yang telah berjualan talas kukus sejak 2004 dan sempat mempekerjakannya.

“Belajar dari saudara cara mengolah buah talas ini, mulai dari awal sampai akhir. Saya belajar sambil kerja dengan saudara saya ini,” tuturnya.

Untuk menciptakan rasa autentik, Dimas memilih talas berkualitas tinggi yang didatangkan langsung dari Sumedang, daerah yang dikenal sebagai penghasil talas terbaik.

“Talas ini dari Sumedang. Ada khasnya, taleus kukus saya ini lebih kenyal,” katanya.

Dalam sehari, Dimas mampu meraup omzet hingga Rp 700 ribu dari penjualan talas kukus yang dibanderol seharga Rp 12 ribu per porsi.

“Semoga usaha saya di sini bisa berkelanjutan dan bisa menyewa tempat sehingga mampu mendapatkan hasil yang lebih besar lagi,” tandasnya.

Reporter Temumkm : Syahrul Himawan