
Kilau adalah sebuah brand yang menjual aksesoris manik-manik dirikan oleh Anggi pada tahun 2021. Ia mendirikan usaha ini karena memiliki ketertarikan pada dunia seni khususnya kerajinan tangan.
Sebelum memutuskan terjun menggeluti bisnis ini, tepatnya tahun 2020, Anggi mencoba terlebih dulu beberapa metode pembuatan aksesoris. Hal itu dilakukan bukan karena ia tak bisa, namun untuk mempelajari lebih dalam proses produksi sehingga mudah memilih metode mana yang lebih efisien.
“Tahun 2020 aku udah mulai bikin, terus tahun 2021 mulai serius usaha. Awalnya, waktu pandemi aku jual strap masker dan laku,” ujar Anggi pada Temumkm.com pada, Minggu (23/02/2025).
Keberanian Anggi mulai menjual strap masker menjadi langkah pertama lahirnya brand aksesoris Kilau. Dengan begitu ia menuntut dirinya sendiri untuk terus berinovasi dan mengamankan bisnisnya ini. Dengan rasa penasaran yang tinggi, ia kembali mengisi dapur produksi Kilau membuat tas berbahan mutiara sintetis.
“Aku sendiri pengen bisa sesuatu yang baru, terus penasaran bikin tas jadi aku bikin. Ternyata temen-temen banyak yang suka, jadi aku jual,” katanya.
Saat ini, Kilau menjadi salah satu brand aksesoris yang menawarkan produk paling lengkap dibandingkan para kompetitor, yang umumnya hanya berfokus pada satu jenis produk seperti tas atau aksesoris.
Beberapa produk Kilau diantaranya, cincin, gelang, gantungan tas, strap kacamata, lanyard, kalung, tas hingga, sendal. Semua produk itu berbahan dasar manik-manik sintetis. Harga yang ditawarkan pun bervariasi, mulai dari Rp5.000 hingga Rp250.000 per satuannya.
Keunggulan utama produk-produk yang ditawarkan Kilau ini terletak pada kualitasnya. Anggi mengaku, beberapa pelanggan kembali karena percaya produknya lebih kuat, dan tidak mudah rusak.
“Kita lebih ngutamain kualitas, beberapa customer kita balik lagi karena percaya produk kita lebih kuat dari yang lain dan ga mudah ngelupas,” ujarnya.
Selain pemasaran online, Kilau juga menjalin kerja sama dengan beberapa toko sebagai reseller. Bahkan, Anggi juga sering mengadakan workshop kreatif yang berkolaborasi dengan beberapa cafe dan brand ternama seperti OMG atau This Is April. Untuk mengikuti kegiatan workshop, peserta perlu mengeluarkan biaya sebesar Rp100.000.
Bagi Anggi, pencapaian ini bukan titik akhir. Ia bercita-cita memiliki toko sendiri agar Kilau semakin dikenal luas dan usahanya bisa berkelanjutan.
“Harapannya, punya toko sendiri dan bisa terus berlanjut usahanya,” pungkasnya.




