Tempe Mendoan Raksasa, Kuliner Terobosan Baru di Kota Depok

Mendoan Raksasa besutan Tempe Mendoan Abangku.

Kisah inspiratif kali ini datang dari Nisa dan pasangannya, yang berhasil bangkit dari keterpurukan ekonomi. Ia memulainya dengan membuka bisnis kuliner bernama ‘Tempe Mendoan Abangku’. Bukan sekadar camilan, bisnis yang menyajikan tempe mendoan raksasa ini jadi ikon kuliner baru di Kota Depok.

Ide ini muncul saat Nisa dan kekasihnya mengalami kebangkrutan. Alih-alih larut dalam kesedihan, mereka memilih untuk bangkit dan mencoba sesuatu yang baru. Membawa angin segar bagi dunia kuliner lokal.

Mereka menyadari butuh produk yang lebih inovatif dan menarik. Dari sinilah, ide tempe mendoan raksasa mulai digagas, sebagai solusi untuk kebangkitannya.

Sebelum sukses dengan tempe mendoan raksasa, Nisa sempat mencoba peruntungan dengan berjualan tutut dan kerang. Namun, usaha tersebut menghadapi berbagai kendala, hingga akhirnya harus gulung tikar.

“Setelah segala upaya mencari modal dan perencanaan yang panjang, akhirnya kami langsung eksekusi usaha ini di tanggal 16 November 2024,” ujar Nisa pada Temumkm.com.

Dalam menjalankan bisnisnya, mereka membagi tugas masing-masing. Sang kekasih yang memiliki keahlian memasak, fokus pada operasional. Mulai dari produksi tempe, meracik adonan, hingga menjaga kualitas produk.

Sementara itu, Nisa bertanggung jawab atas marketing, branding, dan promosi. Memastikan produk mereka dikenal luas oleh masyarakat.

Strategi yang matang, dan pembagian tugas yang efektif ini membuahkan hasil positif. Bisnis mereka mulai berjalan lancar, dan tempe mendoan raksasa ini mendapat respon yang luar biasa dari pelanggan.

“Kami memahami psikologi pembeli. Dengan ukuran yang ‘jumbo’, pelanggan merasa mendapatkan lebih dari yang mereka bayar,” kata Nisa.

Dengan dimensi 30×20 cm, tempe mendoan ini menawarkan pengalaman kuliner yang memuaskan. Pelanggan dapat memilih jumlah potongan sesuai selera. Mulai dari 6, 8, 10, hingga 12 potong, dengan harga yang sangat terjangkau, yaitu hanya Rp15 ribu per porsi.

Ukurannya yang luar biasa besar menjadi daya tarik utama, memikat perhatian masyarakat dan viral di media sosial.

Selain itu, kemasan juga cukup menyita perhatian para pelanggan. Nisa mulai menggunakan kardus dengan logo ‘Tempe Mendoan Abangku’, membangun identitas merek yang kuat dan mudah diingat.

Pasangan ini tidak hanya berinovasi dalam ukuran, tetapi juga dalam penyajian. Menciptakan sensasi kuliner yang tak terlupakan.

Perubahan kecil ini ternyata membawa dampak besar bagi bisnisnya. Respon pelanggan pun sangat positif, apalagi setelah mencicipi sambal kecap khas mereka yang dinilai lebih enak dan memiliki ciri khas tersendiri.

Untuk menjangkau para pecinta kuliner yang lebih luas, ‘Tempe Mendoan Abangku’ juga tersedia di berbagai aplikasi pesanan online. Dengan kemudahan pemesanan ini, pelanggan dapat menikmati kelezatan ‘Tempe Mendoan Abangku’ kapan saja dan di mana saja.

Menyadari pentingnya branding online di era digital, Nisa aktif membangun merek ‘Tempe Mendoan Abangku’ di Instagram. Nisa belajar secara otodidak untuk membuat konten yang menarik. Mulai dari menyusun feed, menulis caption yang engaging, hingga mencari cara untuk menarik perhatian calon pelanggan.

Kisah Nisa dan ‘Tempe Mendoan Abangku’ adalah bukti bahwa dengan tekad, kreativitas, dan strategi yang tepat, setiap orang memiliki kesempatan untuk bangkit dan meraih kesuksesan.

Editor: Syahrul Himawan