
Dari sebuah dapur kecil di sudut Kota Bogor, lahir sebuah rumah makan yang membawa cita rasa Padang dengan sentuhan khas. RM Padang Bunga, yang terletak di Putaran Jalan Baru, Kedung Badak, Tanah Sareal, menjadi bukti nyata bagaimana semangat dan tradisi keluarga mampu melahirkan sebuah usaha yang menggugah selera.
“Coba cari, ada nggak RM Padang lain yang menyediakan ayam krispy khas dengan kuah Padang? Adanya cuma di sini,” ujar Fandi, pemilik RM Padang Bunga, sambil tertawa lepas. Bukan hanya gurauan, inovasi ini nyatanya menjadi salah satu menu andalan yang banyak diminati, terutama oleh anak-anak dan ibu-ibu.
Namun, kesuksesan ini bukan datang begitu saja. Kisah di balik RM Padang Bunga adalah perjalanan panjang yang dimulai sejak 1992, ketika sang ayah, Pak Buyung, pertama kali memulai usaha nasi Padang di Bogor.
Dari Grosir Pakaian hingga Nasi Padang
Fandi, pria berdarah Minang dari marga Sikumbang, awalnya tidak berniat terjun ke dunia kuliner. Ia menghabiskan tahun-tahun awal kariernya sebagai pedagang grosir pakaian di Pasar Cipulir, Tanah Abang. Namun, pandemi COVID-19 yang melanda di tahun 2020 memaksa usaha tersebut tutup.
“Kondisi pandemi benar-benar berat. Waktu itu, saya melihat bapak yang sudah puluhan tahun berjualan nasi Padang, dan berpikir kenapa tidak meneruskan usaha ini aja,” ujar Fandi.
Maka, pada tahun 2021, Fandi memutuskan untuk membuka RM Padang Bunga. Dengan dibantu dua pegawai, ia mengelola operasional rumah makan, sementara sang ayah kembali ke dapur untuk memimpin proses memasak.
Resep Keluarga dan Sentuhan Tradisi
Pak Buyung bukan sekadar juru masak biasa. Sejak usia 12 tahun, ia telah terampil mengolah bumbu dapur khas Padang, menggali keahlian ini dari tanah kelahirannya. Bahkan, banyak restoran Padang ternama di Jabodetabek yang menggunakan jasa juru masak yang disalurkan beliau.
“Bapak memang nggak sekolah. Beliau fokus belajar masak sejak kecil. Sampai sekarang, beliau sering diminta carikan koki untuk rumah makan lain,” tambah Fandi.
Sebagai seorang anggota marga Sikumbang, Fandi mengungkapkan bahwa tradisi memasak ini memang erat dengan komunitasnya. “Di keluarga kami, terutama laki-laki, banyak yang jadi juru masak. Bakat turun temurun.”
Menu-menu di RM Padang Bunga menjadi bukti keahlian tersebut. Ayam Bakar, Kikil Tunjang, dan Cincang menjadi favorit pelanggan. Namun, inovasi seperti ayam krispy khas Padang berhasil menciptakan ceruk pasar baru.
Mimpi untuk Masa Depan
Meski telah memiliki pelanggan setia, Fandi masih terus berjuang untuk memajukan usahanya. Saat ini, rumah makan tersebut beroperasi di tempat sederhana, namun ia memiliki visi besar.
“Target saya pindah ke lokasi yang lebih besar, nyaman, dan bisa buka 24 jam seperti bapak dulu. Jadi kami bisa melayani lebih banyak pelanggan,” ujarnya penuh semangat.
Fandi sadar bahwa persaingan di industri kuliner semakin ketat. Namun, dengan mengandalkan cita rasa autentik yang diwariskan ayahnya serta inovasi menu yang terus berkembang, ia optimis RM Padang Bunga akan menjadi pilihan utama bagi pecinta masakan Padang di Bogor dan sekitarnya.
Mendukung Lokal, Mendukung Tradisi
Dengan membeli hidangan di RM Padang Bunga, Anda tidak hanya menikmati kelezatan masakan khas Minang, tetapi juga turut mendukung keberlanjutan warisan budaya dan ekonomi lokal. Dari dapur kecil di Kedung Badak, cita rasa Padang ini terus berusaha menggapai mimpi yang lebih besar. Jika Anda mencari pengalaman kuliner Padang dengan sentuhan inovasi, RM Padang Bunga adalah jawabannya.
Nama UMKM: RM Padang Bunga
Tahun Berdiri: 2021
Pemilik: Fandi
Alamat: Putaran Jalan Baru, Kedung Badak, Tanah Sareal, Kota Bogor
Menu Andalan: Ayam Bakar, Kikil Tunjang, Cincang, Ayam Krispi ala Padang
Jam Operasional: 08.00 – 20.00 (rencana buka 24 jam ke depan)




