Warteg Mirasa: Rasa Rumahan yang Selalu Dirindukan, Buka 24 Jam Nonstop!

Di Jalan Tegal Lega, Bogor Tengah, Kota Bogor, tepatnya sebelah kiri jalan dari arah Universitas Pakuan menuju Tegal Lega terdapat sebuah warteg yang berdiri pada bangunan seluas 2×6 meter persegi. 

Warteg itu bernama Mirasa yang sudah berjualan segala masakan sejak tahun 2012. Ketika menyantap masakan warteg Mirasa, sekejap akan dibawa bernostalgia mengingat masakan kesukaan di rumah. 

Rasa yang tersaji di setiap olahan warteg tersebut sangat autentik. Hal itu berasal dari bahan-bahan pokok yang digunakan sudah melalui beberapa proses pemilihan. Sehingga masakan yang dihasilkan pun memiliki citra rasa yang khas.  

Pemilik Warteg Mirasa, Emi menuturkan, demi menjaga rasa olahannya itu, ia rela datang ke tempat penyedia bahan untuk melihat langsung serta memastikan bahan tersebut dalam kondisi baik. 

“Saya datang langsung ke tempat penyedia. Ya liat langsung bahan yang kita butuh itu seperti apa,” katanya kepada Temumkm.com, (30/01/2025). 

Emi mengatakan, pengecekan langsung ke tempat penyedia bahan ini perlu dilakukan demi menjaga kualitas masakannya. 

“Kalau pengen enak pengecekan langsung itu harus. Kadang kan suplier banyak yang tidak sesuai ngirim bahannya,” ungkapnya. 

Emi menerangkan warungnya itu beroperasi setiap hari selama 24 jam. Dalam sehari saja ia berhasil mengumpulkan omzet sebesar Rp 2 juta. Sedangkan untuk harga bervariasi mulai dari yang termurah Rp 3 ribu hingga Rp 8 ribu, 

“Banyak sih olahnya ada ikan, ayam, daging, ada juga sayur, olah tempe, tahu, kentang balado, kentang mustofa,” katanya.

Emi mengatakan, kebanyakan yang menjadi pelanggan warungnya itu ialah mahasiswa dan pekerja. Namun ia tidak bisa memperkirakan berapa porsi yang terjual dalam sehari. 

“Saya gak ngitung porsi sih, soalnya pesanannya beda-beda. Ada yang sudah satu porsi ada juga yang lauknya aja. Harganya juga bisa jadi beda-beda,” tadasnya. 

Emi mengaku, memilih berjualan warteg ini karena memiliki pemikiran setiap hari itu manusia pasti merasakan lapar dan mudah bosan. 

“Karen punya pikiran itu saya coba aja usaha ini, eh alhamdulilah sampe sekarang,” tandasnya

Reporter Temumkm : Syahrul Himawan